Ganto.co-Bidang Pengabdian Masyarakat Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kegiatan penanaman 100 bibit mangrove dengan mengusung tema "Save Our Future, With Our Tress and Coast Cleaning Action" di Sungai Muara Jambak Sea Turtle Camp, Minggu (24/12).
Suksesnya acara ini juga dengan dukungan dari sponsor, diantaranya Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika Indonesia (IHMSI),Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika Indonesia (IHMSI) Wilayah 1, Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) Universitas Negeri Padang (UNP), dan Pusat Studi Mangrove Universitas Bung Hatta (UBH).
Natasya Dwi Ovalingga selaku penanggung jawab nasional mengatakan bahwa, tanaman mangrove sangat banyak manfaat bagi lingkungan terutama bagi pantai dan mengurangi abrasi.
"Setiap tahun ada penanaman mangrove tetapi secara alami mangrove dapat hanyut dan rusak oleh oknum-oknum disini. Mangrove harus ditanami secara terus menerus agar dapat bermanfaat bagi lingkungan pantai pasir jambak dan tidak terjadi abrasi,"paparnya.
Ia berharap dengan adanya pohon mangrove dapat mencegah terjadinya abrasi pantai, sekaligus menjadi rumah bagi beberapa species hewan laut.
"Harapan saya agar tidak ada lagi kerusakan lingkungan disini merusak tamanan dan membuang sampah sembarangan. Kami melakukan aksi semut supaya masyarakat sadar akan tidak membuang sampah sembarangan,"ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud bahwa IHMSI peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Penanaman 100 bibit mangrove tersebut diharapkan bisa membantu pelestarian hutan mangrove di kawasan Pantai Jambak.
"Masyarakat dan pemerintah menyambut positif kegiatan ini dan diharapkan mahasiswa dapat membantu menjaga kawasan pesisir melalui mangrove yang lestari,"tuturnya.
Ketua Jambak Sea Turtle Camp, Pati Hariyose mengatakan bahwa, tujuan menanam mangrove ini adalah sebagai bentuk inisiasi hutan mangrove dikawasan muara pasir jambak.
"Diharapkan hutan mangrove berfungsi sebagai mitigasi kebencanaan seperti erosi sungai, abrasi pantai, pemulihan ekosistem perairan dan hutan mangrove ini kelak juga bisa menjadi destinasi wisata edukasi (ekowisata),"tutupnya.
Komentar (0)