Ganto.co - Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan Diskusi Publik dengan tema "Perlindungan Hukum Untuk Anak Jalanan". Acara ini diadakan di Ruang Serbaguna Teknik UNP, Jumat (15/12).
Acara ini menghadirkan dua pemateri diantaranya yaitu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang , Indira Suryani, S.H., M.H., dan dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Dr. Wirdanengsih, S.Sos., M.Si.
Ketua Pelaksana, Fawaz Nauval mengajak peserta untuk mengikuti rangkaian acara yang diangkatkan oleh Biro Riset Politik UK WP2SOSPOL dari awal hingga akhir acara.
"Diskusi Publik ini diangkat oleh Biro Riset Politik UK-WP2SOSPOL. Saya mengajak para tamu undangan dan peserta untuk dapat mengikuti acara ini hingga akhir," ucapnya.
Indira Suryani, S.H., M.H., dalam diskusinya mengatakan bahwa, terdapat lima problem terkait anak jalanan yang ia ketahui.
"Disini terdapat lima problem anak jalanan sepengetahuan singkat saya, yang pertama yaitu terlanggarnya hak-hak dasar dan seringkali di stigma dan diblaming, kedua yaitu seringkali menjadi korban kejahatan, ketiga yaitu tereksploitasi dalam berbagai hal, keempat yaitu tidak disupport oleh lingkungan sosial dan publik, dan yang terakhir yaitu korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atau negara tidak melindungi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terdapat beberapa upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk anak jalanan.
"Terdapat beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk anak jalanan diantaranya, berhenti untuk menyalahkan mereka atau no stigma, peduli terhadap mereka dengan melakukan program- program pemberduyaan kepada mereka dengan melihat realitas yang terjadi kepada mereka, dan desak pemerintah untuk memiliki program yang langsung menyasar perlindungan anak jalanan," sampainya.
Dr. Wirdanengsih, S.Sos., M.Si., dalam diskusinya mengatakan bahwa, faktor sosial, ekonomi, dan pisikologi merupakan beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya anak jalanan.
"Banyak faktor penyebab dari anak-anak jalanan yang sering kita temui di jalanan. Seperti, faktor lingkungan atau sosialnya, faktor ekonomi keluarganya, dan juga faktor psikologis dirinya yang menyebabkan mereka betah tinggal di jalanan," ucapnya.
Wirdanengsih menutup diskusinya dengan mengajak para mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu tentang anak jalanan.
"Kita sebagai mahasiswa tidak boleh abai dengan isu tentang anak jalanan ini. Dengan harapan, anak anak yang kita temui di jalanan bisa setara dengan kita duduk nyaman di bangku pendidikan dan setiap manusia berhak bahagia dan dipenuhi serta dilindungi HAM oleh negara tanpa terkecuali," tutupnya.
Komentar (0)