Di ruangan Serba Guna FT, jajaran petinggi rektorat, dekan-dekan fakultas, anggota senat, ketua jurusan, dan beberapa aktivis mahasiswa telah hadir untuk peluncururan sekaligus bedah buku yang dicanangkan oleh lembaga Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter (P3K), Kamis, (2/5). Lembaga yang baru disahkan memalui SK Rektor UNP pada Desember lalu ini, merupakan sebuah bentuk usaha signifikan yang dilakukan UNP selaku salah satu dari enam Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk Dikti untuk menjalankan pendidikan berbasis karakter. "Pendidikan kararakter ini sendiri, berkaitan dengan konsep dan perilaku moral sebagai kunci dalam pendidikan," tutur Rektor UNP, Phil. Yanuar Kiram dalam pembukaannya.
Selain itu, Afriva Khaidir, MAPA., Ph.D., selaku ketua sekaligus editor buku, menjelaskan mengenai dua buah buku yang dirilis lembaga P3K tersebut, yakni Pendidikan Karakter; Sebuah Refleksi Pendekatan dalam Ilmu Sains, dan Pendidikan Karakter; Sebuah Refleksi Pendekatan dalam Ilmu Humaniora. Acara peluncuran buku ini dilanjutkan dengan bedah buku oleh Prof. Dr. Agus Irianto, Prof. Dr. Prayitno, M.Sc. Ed, dan Dr. Syahrial Bachtiar, M.Pd.
Selain mengupas kekuatan dan mengungkapkan keahlian teori yang dimuat dalam buku, salah satu pembedah buku, yakni Agus Irianto menambahkan tentang pentingnya penulisan EYD yang baik dan benar dalam buku. Di balik itu, ia juga memberikan beberapa saran agar setiap penulis buku lebih memperkaya lagi tulisannya dalam hal epistimoilogi dan aksiologi."Ujung-ujungnya, isi tidak menampakan pendidikan karakternya, sehingga belum ada subtansial yang jelas bagaimana mengaplikasikan pendidikan karakter itu sendiri," kritik Agus irianto terkait pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai karakter yang dicetuskan pendidikan karakter itu sendiri, seperti; jujur, disiplin, dan juga teliti. Ryan
Komentar (0)