Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil memecahkan rekor di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam pagelaran UNP Basongket yang dilaksanakan di depan Auditorium UNP, Kamis (14/12).
Dalam sambutannya, Prof. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.d., selaku Ketua Pelaksana menuturkan bahwa, salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan adalah kain songket dan tenun yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia.
"UNP, terutama generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Pada kegiatan ini, hadir tujuh belas ribu massa dan tiga belas ribu diantaranya adalah generasi muda," tuturnya.
Selain itu, Costumer Relation Manager MURI, Lutvi Syah Pradana memverifikasi 17.319 massa yang hadir. Mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, dharma wanita, alumni, mitra, dan civitas akademika UNP.
"UNP Basongket pada hari ini kami catat sebagai rekor dunia," ucapnya.
Rektor UNP, Prov. Ganefri, Ph.D., dalam sambutannya sangat mengapresiasi seluruh civitas akademika UNP, dosen, mahasiswa, serta tenaga pendidik yang telah menyukseskan acara ini.
"UNP Basongket hari ini juga berkaitan dengan Dies Natalis UNP yang ke-69, juga untuk memperingati Hari Dharma Wanita Indonesia, dan Hari Ibu pada 22 Desember mendatang," jelasnya.
Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, menyebut songket merupakan benda yang tak terpisahkan dari budaya dalam tradisi Minangkabau.
"Kita mulai dari UNP, kegiatan ini kita jadikan sebagai hari yang besar untuk masyarakat Malayu yang ada di Sumbar," ucapnya.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan dimeriahkan oleh penampilan Darak Badarak.
Komentar (0)