Ganto.co - Depertemen Kerohanian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar seminar anti Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) dengan tema "Fenomena LGBT dalam Paradigma Agama dan Sosial," di Auditorium FBS, Jumat (8/12).
Acara ini dihadiri sebanyak 39 peserta, serta turut dihadiri oleh Wakil Dekan I (WD I) FBS, Dr. Havid Ardi, S. Pd., M.Hum. Dua orang pemateri dalam paradigma agama yaitu, Ust. Dede Bafaqih, Sh., dan dalam bidang paradigma sosial ada Dr. Erian Joni, M.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Havid mengatakan acara ini merupakan acara positif dan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan, serta internal kampus yang dilakukan oleh BEM FBS UNP dan memberikan edukasi tentang bahayanya LGBT.
"Acara ini sangat positif, BEM FBS mengadakan seminar ini untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap bahayanya LGBT di lingkungan kampus sebagai mahasiswa," tuturnya.
Dede mengungkapkan bahwa LGBT merupakan penyakit yang sulit disembuhkan dan di Padang sendiri, LGBT sudah sangat banyak walaupun tidak terlihat secara langsung. Fenomena LGBT ini melakukan proses pendekatan melalui aplikasi chatting.
"LGBT merupakan penyakit yang sangat merusak, dari 2000 penyuka sesama jenis hanya 4 yang sembuh dari penyakit tersebut. Di Padang sendiri sudah banyak ditemukan kaum LGBT ini, dan mereka bertemu melalui aplikasi chatting," ungkapnya.
Sebagai penutup, Erian menerangkan cara untuk mencegah LGBT ini bisa dilakukan dengan meletakkan semuanya pada tempatnya, lelaki berpakaian seperti lelaki dan wanita berpakaianlah seperti wanita. Ia juga menyarankan agar mengajarkan seorang anak untuk tidak membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya.
"Lelaki berpakaianlah seperti lelaki, jangan memakai pakaian wanita seperti warna pink, ungu. Untuk yang wanita karena akan menjadi seorang ibu, ajarkan anak kalian nanti untuk tidak membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya walaupun itu ayah atau ibunya sendiri," tutupnya.
Komentar (0)