Ganto.co - Pusat Pengembangan Praktik Pengalaman Lapangan Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Batch II, di Auditorium Universitas Negeri Padang, Jum'at (24/11).
Kegiatan ini merupakan pengganti dari kegiatan yang selama ini lazim dikenal dengan sebutan coaching Program Lapangan Kependidikan (PLK). Diikuti oleh 825 mahasiswa, dapat diperkirakan hanya 35% dari target 2.026 mahasiswa yang belum mengikuti praktek lapangan pada program kependidikan, mendaftar dalam program PLK Asistensi Mengajar pada Januari-Juni 2023 mendatang.
Dr. Muhammad Adri, M.T., selaku Kepala Pusat Pengembangan Praktik Pengalaman Lapangan LP3S UNP, dalam laporannya menyampaikan bahwa PLK Asistensi Mengajar merupakan salah satu program wajib yang diikuti oleh seluruh mahasiswa program studi kependidikan UNP sejak diberlakukannya kurikulum merdeka di UNP.
"Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), PLK yang selama ini dilaksanakan selama empat bulan, berubah menjadi Asistensi Mengajar full dilaksanakan selama satu semester penuh. Tujuanya untuk mengembangkan empat pilar kompetensi seorang guru profesional yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial," jelasnya.
Lebih lanjut, Adri mengatakan tujuan kegiatan workshop IKM ialah agar mahasiswa memiliki bekal yang cukup dalam implementasi kurikulum merdeka pada sekolah mitra yang telah ditentukan.
Dilansir dari www.unp.ac.id, Adri menjelaskan ada dua produk inovatif yang nantinya akan diimplementasikan di sekolah berdasarkan kurikulum yang berlaku. Produk pertama adalah kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar pada bidang studi masing-masing dan produk kedua adalah rancangan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Proyek ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar.
Terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan acara yang diwakilkan oleh Wakil Rektor I UNP, Dr. Refnaldi, M.Litt., dalam sambutannya beliau berharap di samping pelaksanaan workshop ini, komunikasi dan sosialisasi juga harus dibangun dengan kepala program studi untuk menyampaikan bahwa mulai semester Januari-Juni 2023 ini UNP menyelenggarakan PLK Asistensi Mengajar dengan bobot 20 Satuan Kredit Semester (SKS), untuk menghindari terjadinya miss communication antara kepala program studi saat melakukan sosialisasi kepada mahasiswa.
"Diharapkan nantinya mahasiswa dalam menjalankan PLK dapat memanfaatkan segala kondisi dan situasi di tempat pelaksanaan PLK. Hal ini sesuai dengan moto universitas kita yang berbunyi 'Alam Takambang Jadi Guru',"tutupnya.
Komentar (0)