Ganto.co - Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan Diskusi Publik dengan tema "Menerka Nasib Guru Honorer Pasca UU ASN Disahkan". Acara ini diadakan di Ruang Senat Lantai 3 Gedung Rektorat Lama UNP, Kamis (23/11).
Acara ini menghadirkan dua pemateri diantaranya yaitu, Mantan Guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) sekaligus dosen Sosiologi UNP, Gusmira Wita, S.Pd., Gr., M.Pd., dan dosen Ilmu Administrasi Negara (IAN) UNP, Artha Dini Akmal, S.Ap., M.PA.
Ketua Pelaksana, M. Gilang Ramadhan mengajak peserta agar dapat mengikuti rangkaian acara yang diangkatkan oleh Biro Riset Politik UK WP2SOSPOL dari awal hingga akhir acara.
"Diskusi Publik ini diangkat oleh Biro Riset Politik UK-WP2SOSPOL. Saya mengajak para tamu undangan dan peserta untuk dapat mengikuti acara ini hingga akhir," ucapnya.
Dalam sambutannya, Farhan Pramudya selaku Ketua Umum mengatakan Diskusi Publik merupakan kegiatan yang rutin diadakan untuk membahas isu-isu terkini.
"Ini merupakan kegiatan yang senantiasa dilakukan secara rutin yang membahas isu-isu terkini," ujarnya.
Farhan menyampaikan agar mahasiswa lebih peka dan jangan abai terhadap isu-isu mengenai kesejahteraan guru dan pendidikan.
"Apalagi UNP yang merupakan universitas yang melahirkan para pendidik, kita harus peka dan tidak boleh abai terhadap isu-isu mengenai kesejahteraan guru dan pendidikan di Indonesia," ucapnya.
ia menambahkan, dengan disahkannya Undang-Undang (UU) tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) ini tentu akan berdampak kepada guru honorer, entah berdampak positif atau justru akan mengancam guru honorer tersebut.
"Dengan adanya UU tentang ASN yang disahkan, tentu ada beberapa upaya yang memang dilakukan oleh pemerintah. Dalam menanggapi konteks ini kita akan melihat seperti apa nasib guru honorer. Apakah akan berdampak positif atau akan mengancam status guru honorer," tambahnya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa peran guru tidak bisa dilupakan, maka dari itu kita harus ikut memperjuangkan apa yang perlu diperjuangkan.
"Kita disini juga berkat peran guru-guru yang tidak bisa kita lupakan, maka hari ini sebagai calon guru pun juga harus memperjuangkan apa yang perlu diperjuangkan, salah satunya yaitu memperjuangkan nasib bangsa," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan dengan lahirnya guru-guru terbaik tentu akan meningkatkan kualitas masyarakat
Komentar (0)