Pemilihan Umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden mahasiswa UNP telah usai, Selasa (30/4). Pesta demokrasi rakyat UNP kali diikuti empat pasangan calon kandidat yang siap bersaing untuk menjadi orang nomor satu di kalangan mahasiswa UNP. Diantaranya adalah Adnan Arafani dan Muhammad Bohori (1), Danang S Wicaksono dan Helfarianto (2), Alfi Syahrin dan Apenrico Berlindo (3) serta Riki Febrianda dan Uun Lionar (4).
Pemilu kali ini dilakukan secara online dengan menggunakan sistem e-voting. Secara teknis, mahasiswa UNP yang mempunyai hak pilih, bisa memilih para calon yang disetujui dengan membuka situs www.evoting.pkm.unp.ac.id. Setiap mahasiswa bisa memilih dengan memasukkan username dan pasword portal masing-masing serta mengikuti petunjuk selanjutnya untuk melakukan pemilihan. Panitia Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu tetap berjaga di posko masing-masing untuk mengarahkan mahasiswa dalam memilih. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, meski suasana pemilu kali ini dirasakan tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya, namun perhelatan ini tetap disudahi pada pukul 16.00 di hari yang sama.
Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) menggelar acara pengumuman hasil perhitungan suara pemilu Presiden mahasiswa UNP setelah voting ditutup di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik. Pada kesempatan ini turut hadir jajaran birokrat UNP, para saksi calon, tim sukses para calon, Presiden Mahasiswa UNP, dan para kandidat. Namun, pada acara tersebut hanya pasangan nomor urut 1 yang tampak hadir.
MPM mengumumkan hasil pemilu kepada para peserta yang hadir di ruangan tersebut. Dari hasil pemilu e-voting ini diperoleh data yang terkalkulasi secara otomatis. Di ruangan itu di bacakan bahwa sebanyak 10.818 mahasiswa menggunakan hak pilihnya dari total keseluruhan mahasiswa UNP sebanyak 30.049, dan sebanyak 19231 tidak menggunakan hak pilih. Pasangan nomor urut 1 memperoleh suara sebanyak 4.175, nomor urut 2 sebanyak 4.136, nomor urut 3 sebanyak 284 dan nomor urut 4 sebanyak 2.223 vote. dari hasil pengumuman perhitungan suara pemilu ini disimpulkan bahwa kandidat nomor urut satu memperoleh voting terbanyak pada pemilu kali ini.
Pada pemilu kali ini, tercatat sebanyak 19231 mahasiswa yang tak menggunakan hak pilihnya. Hal ini dibenarkan oleh Fikria Afriani, salah seorang panitia pemilu yang mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa yang tidak memilih dalam pemilu ini diakibatkan oleh permasalahan wifi yang tidak terkoneksi dengan baik serta kurangya sosialisasi dalam pemilu ini."Saya kira kedua faktor ini sedikit banyak mempengaruhi pemilu ini," Selasa (30/4). Wahida Nia, Rahmi
Komentar (1)