Ganto.co - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan webinar dengan tema "Sistem Manajemen Terpadu Komunikasi Krisis Kepariwisataan Sektor Parekraf" secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (25/10).
Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, selaku salah satu narasumber mengatakan bahwa, pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang rentan terhadap krisis. Krisis yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan dampak negatif baik dari sisi ekonomi, penyerapan tenaga kerja, maupun pembangunan infrastruktur.
"Krisis menyebabkan kerusakan reputasi, aktivitas yang terganggu, dan berkurangnya jumlah wisatawan mancanegara maupun nusantara," tuturnya.
Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par. CHE. menjelaskan gambaran umum manajemen krisis kepariwisataan berdasarkan Permenpar No. 10 Tahun 2019. Krisis ini disebabkan oleh faktor alam dan faktor non alam, dan juga berskala nasional hingga kabupaten. Hal tersebut dapat ditangani dengan kerangka kerja MKK.
"Krisis memiliki empat fase yaitu, kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi," jelasnya.
Terkahir, Gusti juga mengatakan bahwa, ada beberapa isu krisis pada sektor parekraf nasional. Hal tersebut bisa ditangani dan dipelajari melalui buku panduan komunikasi krisis Birkom.
"Isu krisis pada parekraf nasional yaitu isu sosial, keamanan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Isu tersebut dapat ditangani dan dipelajari melalui buku panduan komunikasi krisis Birkom, yang dapat diunduh di website Kemenparekraf," tutupnya.
Komentar (0)