Ganto.co - Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan (DIIP) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Kuliah Umum dengan tema "Model Pengembangan Perpustakaan Masa Depan Ramah Difabel" di Auditorium FBS, Senin (23/10).
Kuliah Umum yang diikuti oleh Mahasiswa DIIP angkatan 2021 dan 2022 ini, turut mendatangkan Kepala Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, S.Pd., M.Pd. menjadi pemateri.
Dalam pemaparannya, Jumaidi menjelaskan bagaimana transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
"Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat dilakukan dengan meningkatkan aksesibilitas, menyediakan koleksi yang representatif, melibatkan komunitas secara aktif dalam pengelolaan, serta menciptakan lingkungan yang ramah untuk semua kalangan, termasuk difabel," jelasnya.
Ia juga mengatakan perpustakaan dapat mempromosikan dan mengkomunikasikan program transformasi inklusi sosial bagi difabel ini pada masyarakat.
"Kita sudah kerjasama dengan sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan melakukan promosi secara digital, seperti website, Instagram, dan Facebook," tambahnya.
Di tengah jalannya penyampaian materi, Jumaidi juga mempraktekkan bagaimana cara melayani pengunjung pustaka yang difabel.
Terakhir, ia mengingatkan semua pustakawan harus mampu memberikan pelayanan kepada difabel.
"Kami sediakan mesin tik, komputer, katalog dan penerjemah bahasa isyarat dalam mempermudah akses. Kami juga akan mendampingi dengan penuh, sebab tidak semua sarana dan prasarana bisa melayani 100%, harus ada pendampingan," tutupnya.
Komentar (0)