Ganto.co - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPBSI) Universitas Sriwijaya (UNSRI), mengadakan webinar Nasional dengan tema "Mengembangkan Karya Sastra yang Efektif di Era Modern" secara virtual melalui platfrom Zoom Meeting, Sabtu (21/10).
Redaktur sastra harian Kompas, Putu Fajar Arcana selaku pemateri menjelaskan bahwa, karya sastra seperti puisi bukan hanya sekedar puisi saja. Tapi, puisi memiliki enam poin yang dapat memantik kesadaran pembacanya.
"Bukan hanya sebuah puisi, tetapi ilustrasi yang dapat menggambarkan beberapa hal kepada kita. Puisi diterima dalam ruang pergaulan elitis, puisi mampu membebaskan kebenaran bahasa politik. Puisi menjadi inspirasi dalam penyelenggaraan sebuah negara, menjadi trending topic di media sosial, mampu mengaplifikasi suara kaum minoritas, serta meluluhkan perbedaan antar bangsa. Enam poin ini memantik kesadaran kita, bahwa kata-kata yang dikreasi dalam bentuk sastra memiliki kekuatan yang sangat dahsyat," jelasnya.
Fajar juga menyebutkan bahwa, teknologi digital mampu memasuki wilayah bahasa estetika dalam mengekspresikan kesenian, seperti Sastra digital.
Selain itu, Fajar juga memberikan contoh sastra yang berimigrasi dari platform manual seperti majalah, buku, dan koran. Menuju platform digital yang membuat peningkatan minat pembaca.
"Sebagai redaktur cerpen di kompas, saya telah menerbitkan rubrik cerpen digital tahun 2019 di laman Kompas.id. Hebatnya dalam waktu setahun rubrik ini telah menjadi penarik minat pembaca berlangganan Kompas.id. Selain itu, redaksi Kompas rata-rata menerima 5-10 cerpen setiap hari. Tentu masih banyak contoh, di mana sastra kita dimuat di ruang-ruang digital," paparnya.
Terakhir, Fajar mengatakan bahwa sastra tidak bisa lagi dikunci di ruang-ruang terpencil. Perkembangan zaman menuntut sastra untuk berkembang juga melalui media komunikasi publik digital.
"Menciptakan, menyuburkan, dan menyebar luaskan sastra di kalangan publik yang lebih luas. Sastra tidak bisa lagi dikunci di ruang-ruang terpencil, sejarah menuntutnya bertemu publik dengan perkembangan zaman. Satu hal yang tidak boleh berubah yaitu, bahwa sastra merupakan cerminan kemanusiaan agar kita memiliki alternatif berbeda dalam menjalani kehidupan," tutupnya.
Komentar (0)