Ganto.co - Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengadakan kegiatan (Kick Off) Galanggang Arang, dengan mengangkat tema "Galanggang Arang, Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia." Kegiatan ini diadakan di Febriek Bloc, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Acara yang diawali dengan pembacaan rumusan dialog warisan dunia oleh perwakilan Nagari sepanjang jalur warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS). Perwakilan Nagari itu meliputi Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang.
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti mengungkapkan kegiatan ini berkaitan dengan penetapan warisan tambang batubara Ombilin di Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tahun 2019. Penetapan ini memiliki arti penting sebagai peninggalan peradapan dunia yang berada di Sumbar.
"Masyarakat Sumbar harus berbangga, karena sampai hari ini enam warisan budaya yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia di Indonesia, satu ada di Sumbar," ungkapnya, Kamis (19/10).
Sementara, Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., Ph.D selaku Staf ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas penetapan warisan budaya WTBOS di Sumbar. Dia meminta kegiatan ini dapat diulangi lagi di tahun-tahun yang akan datang.
"Saya mewakili Dirjen Kebudayaan, berharap bahwa pelaksanaan Galanggang Arang yang dibuka pada malam ini, dapat diulangi tahun depan sehingga menjadi bagian dari kelender di Sumbar," bebernya.
Selanjutnya, Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P membuka acara Galanggang Arang ini secara resmi. Orang nomor satu di Sumbar ini berharap tujuh daerah yang menjadi bagian dari pelaksanaan Galanggang Arang dapat menjadi tempat untuk kemajuan perkembangan kebudayaan.
"Diharapkan dapat menjadi wadah gotong royong, bagi segenap pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menggali dari nilai cagar budaya, dan objek pemajuan kebudayaan yang tersebar disepanjang kawasan warisan budaya ini," jelasnya.
Acara ini turut dihadiri unsur Forkopinda Sumbar, perwakilan Kemendikbudristek, Bupati, Perguruan Tinggi, Kepala Balai Pelestarian Wilayah III Sumbar, Wali Nagari, dan Bundo Kanduang yang ada di Sumbar.
Komentar (0)