Ganto.co - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) bertajuk "Gerakan Kalcer, Festival Pusako" di Fabriec Blok, Rabu (11/10).
Festival Pusako adalah sebuah peristiwa kolektif dan ruang temu bagi para pewaris pusako. Berguna untuk merawat, mengembangkan, dan memperkaya nilai-nilai warisan budaya yang menjadi milik bersama.
Berlangsung dari 11 sampai 15 Oktober 2023, festival yang bertema "Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan" ini diikuti lebih dari 500 pelaku budaya industri kreatif dan sekitar 50 komunitas dari pelosok Sumatra Barat (Sumbar).
Pada malam pembukaan, Alif Inando, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa, dengan persiapan selama dua bulan, festival akan menampilkan berbagai macam atraksi kebudayaan.
"Koordinasi awal diterima pada 1 Juni dan mulai terjalin komunikasi intens pada pertengahan Agustus. Dilaksanakan selama lima hari, acara ini menampilkan berbagai macam atraksi seni budaya, pameran seni rupa, dan diskusi kebudayaan," ucapnya.
Laporan Kuratorial Festival Pusako dari Rijal Tanmenan menjelaskan bahwa, tujuan digelarnya festival ini untuk mempertemukan khalayak untuk mencacah makna pusako melalui pendekatan tradisi.
"Karya yang disajikan berusaha menjelaskan bagaimana pusako dalam pandangan yang seiring dengan zaman. Festival ini bukan hanya ajang penyajian, tetapi sebagai titik simpul pertautan khalayak," ujarnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kemendikbudristek, Drs. Fitra Arda, M.Hum., berharap agar festival ini dapat menjadi jalan menuju ketahanan budaya.
"Festival ini bagian dari bagaimana kita menghidupkan kembali ruang yang kurang untuk beraktivitas dan ruang yang harus diberdayakan. Semoga festival ini menjadi jalan untuk ketahanan budaya," tutupnya.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Pengantar PKN, Direktorat Artistik Jenderal PKN 2023, Alit Ambara dan Dewan Kurator Gerakan Kalcer untuk Jenama Berdaya PKN 2023, Handoko Hendroyono.
Komentar (0)