Ganto.co - Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Sumatera Barat (Sumbar) bersama Ekuatorial, mengadakan kegiatan Diskusi Santai dengan tema "Partisipasi Publik dalam Menjaga Lingkungan Hidup", yang dilangsungkan di Pojok Steva, Sabtu (7/10).
Kegiatan ini menghadirkan Direktur Penegakan Hukum Auriga Nusantara, Roni Saputra dan Editor Ekuatorial.com, Fira Abdurachman selaku pemateri serta Koordinator SIEJ Simpul Sumbar, Jaka HB selaku moderator.
Perihal isu lingkungan hidup, Roni Saputra menyampaikan perihal eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia.
"Bagaimana sebenarnya isu lingkungan hidup yang terjadi di Indonesia? bisa kita lihat persoalan eksploitasi SDA. Terkait dengan lubang tambang misalnya, di tahun 2020 itu setidaknya ada lebih kurang 3.000 lubang tambang yang ada di Indonesia," ujarnya.
Roni juga mengatakan sepanjang tahun 2011 hingga 2020 tercatat 39 orang meninggal dunia karena tenggelam di lubang tambang, dari 39 orang ini rata-rata ada anak kecil.
Jaka, turut menyampaikan bentuk respon kekhawatiran anak muda terhadap lingkungan.
"Hari ini saya melihat anak muda sudah mulai memiliki kesadaran terhadap lingkungan, akan tetapi mereka takut dan tidak tahu harus apa. Apalagi dengan adanya tantangan seperti UU ITE dan sebagainya, mereka takut diancam, padahal itu adalah usaha mereka untuk menjaga lingkungan," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Roni menjelaskan mengapa partisipasi anak muda merupakan hal yang sangat penting untuk lingkungan kedepannya.
"Kalau kita melihat partisipasi anak muda hari ini cukup besar terkait dengan lingkungan, karena lingkungan yang hari ini kita nikmati, belum tentu akan bisa mereka nikmati 10 atau 20 tahun ke depan. Ketika eksploitasi terhadap SDA itu tetap terjadi, oksigen pun mungkin kita akan beli. Makanya, partisipasi anak muda itu menjadi suatu hal yang penting," ujarnya.
Terakhir, Roni menjelaskan bagaimana opini publik di media sosial sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah.
"Opini publik hari ini dipegang dan dikelola secara maksimal oleh media sosial, ketika isu atau informasi itu menjadi viral, maka pemerintah memulai untuk melakukan perubahan bahkan termasuk di penegakan hukum," tutupnya.
Terkait perosalan era digitalisasi, Fira menuturkan dampak petisi online yang disebarkan sebagai aksi oleh masyarakat
Komentar (0)