Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Unit kegiatan kerohanian (UKK) UNP mengadakan seminar kartini 2013. Acara yang diadakan di D81 Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Minggu (21/4) ini mengangkat tema "Hakikat Emansipasi Wanita Dalam Islam Berkaca Dari Cermin Hati".
Ketua pelaksana, Hasanatul Nisak mengungkapkan seminar ini bertujuan untuk menyadarkan muslimah agar kembali ke fitrahnya dan tahu hakikat muslimah itu seperti apa agar tidak diremehkan. Dalam acara ini juga diumumkan pemenang dan pembagian hadiah atas lomba desain stricker tentang emansipasi wanita yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dalam seminar kartini ini, dihadirkan dua orang pemateri, yaitu Rahmawati M. Ag dan Dra. Hj. Daslinar. Hasanatul mengaku, pemateri pertama yaitu Rahmawati M. Ag berhalangan hadir dan digantikan dengan Elya.
Elya menjelaskan ada tiga kodrat yang dimiliki oleh seorang wanita muslimah yaitu sebagai anak, istri dan ibu. Ketiga kodrat tersebut harus dilandasi dengan ilmu dan pengalaman. Misalnya sebagai anak bagaimana menghargai dan menghormati orang tua, sebagai istri bagaimana menghargai suami, dan sebagai ibu bagaimana mengasuh anak dengan baik. Menurutnya banyak pada saat ini seorang anak langsung menjadi ibu. Dalam arti seorang anak yang gagal dalam menjaga kehormatannya sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. "Jangan sampai menjadi ibu ketika menjadi anak," pesannya, Minggu (21/4).
Dilanjutkan oleh Daslinar, ia menyatakan emansipasi merupakan kesetaraan penuh wanita terhadap laki-laki. "Allah menciptakan siang dan malam bukan karena perbedaan, tetapi untuk saling melengkapi," ungkapnya. Begitu juga dengan wanita dan laki-laki, "Allah menciptakan wanita dan laki-laki bukan untuk dibedakan, tetapi untuk saling melengkapi", tambahnya.
Lebih lanjut Daslinar menjelaskan emansipasi itu berupa perjuangan untuk memperoleh hak, melepas wanita dari kebodohan hingga berkembang dan maju, melepas wanita dari ekonomi rendah, dan persamaan hak dan kewajiban perempuan secara utuh. Dengan demikian, perjuangan wanita itu harus berangkat dari jati diri dalam bingkai kodrati agar tidak kehilangan jati diri. Hal-hal yang harus diwaspadai yaitu emansipasi bebas nilai, lepas kendali dengan dalih modernisasi, hak azazi manusia menabrak nilai agama, etika dan moral serta gerakan yang mengatasnamakan emansipasi kesetaraan gender. "Persamaan derajat yang memperjuangkan wanita justru merendahkan wanita" ungkapnya. Liza
Komentar (0)