Ganto.co - Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film berjudul "Senyap" di Selasar Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Selasa (3/10).
Acara diskusi yang bertemakan latar sejarah ini dibuat untuk mengingat peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI). Film ini merupakan film dokumenter penumpasan PKI dari sudut pandang keluarga yang ditumpas pemerintah.
Dipandu oleh M. Budiman, selaku Ketua Umum HMI IS UNP periode 2022-2023, kegiatan ini juga menghadirkan Hendra Naldi, S.S., M.Hum., salah satu dosen sejarah FIS UNP sebagai pemateri.
Budiman membuka kegiatan dengan mengatakan bahwa, banyak peristiwa yang harus dikaji lebih dalam, termasuk dalam memandang G30SPKI.
"Kita akan membedah film ini karena banyak peristiwa yang harus dikaji lebih dalam lagi. Hari ini, mahasiswa harus belajar memberikan cara pandang dan ilmu baru dalam memaknai sesuatu," ucapnya.
Selaku pemateri, Hendra menegaskan bahwa, G30SPKI masih menjadi kontroversi sehingga diperlukan kecerdasan dalam berpikir.
"Peristiwa G30SPKI dalam sisi keilmuan masih menghasilkan kontroversi, dimana fakta yang menyangkut gerakan itu bisa dimulti interpretasikan oleh berbagai kelompok. Fakta sesungguhnya belum sepenuhnya bisa direkontruksi dengan baik," jelasnya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan mengenai pentingnya memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang.
"Bagi saya, yang terpenting adalah melihat secara proporsional supaya tidak ada gesekan. Apabila ingin tahu gambaran G30SPKI, lihat dari berbagai sudut pandang agar dapat menyimpulkan dengan baik, karena ada dramatisasi di setiap film," tutupnya.
Komentar (0)