Ganto.co - Masih dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (BEM SB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (26/9).
Aliansi BEM SB yang memulai aksi dari pukul 13.00 WIB ini mendesak Gubernur Sumbar untuk hadir dan menuntaskan persoalan agraria serta nasib petani di Sumbar untuk ke depannya.
Setelah kurang lebih tiga jam berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan petugas kepolisian yang berjaga di balik pagar, tepat pukul 16.03 WIB demonstran diperbolehkan masuk ke dalam Kantor Gubernur Sumbar.
Demonstran melangsungkan salat Ashar berjamaah, kemudian melanjutkan tuntutan di Lapangan Kantor Gubernur.
Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Yozarwardi yang mewakilkan Pemprov Sumbar mengatakan bahwa gubernur dan sekda berhalangan hadir karena ada kepentingan.
"Izinkan saya hadir di sini, karena gubernur sedang berada di Jakarta. Saya ditugaskan beliau untuk menerima masukan dari adek-adek mahasiswa. Kemudian, sekda sedang rapat dengan bupati dan walikota," jelasnya.
Lebih lanjut, ia turut mengatakan akan menyampaikan tuntutan demonstran kepada Gubernur Sumbar.
"Nanti saya akan komunikasikan dengan pak gubernur untuk memperoleh jadwal bertemu," ujarnya.
Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND) dalam orasinya mengatakan, "setiap jawaban yang kita terima dari Pemprov Sumbar masih berdasarkan diplomatis," ucapnya.
Aliansi BEM SB menyampaikan kekecewaan kepada gubernur dan Pemprov Sumbar karena tuntutan dari demonstran belum terselesaikan.
"Kami kecewa kepada gubernur dan kami meminta pemerintah Sumbar konsisten memaksimalkan janji-janjinya disisa masa jabatan pada priode ini serta menuntaskan segala permasalahan pertanian di Sumbar," tutupnya.
Komentar (0)