Ganto.co - Komunitas Patjarmerah Adakan Festival Literasi dan Pasar Buku Keliling Nusantara yang berlangsung pada tanggal 23 dan 24 September 2023. Acara ini hadir dengan tema "Mencurigai Perihal Dansa, Bahagia, dan Tulis-Menulis", yang bertempat di Fabriec Blok, Sabtu (23/9).
Obrolan yang diawali dengan pujian untuk buku "Kenapa Kita Tidak Berdansa?" ini dipandu oleh Titik Prihatin, dengan narasumber Dea Anugrah dan Andreas Mazland.
Pada bincang kali ini, Andreas menanggapi esai-esai karya Dea pada buku "Kenapa Kita Tidak Berdansa?" dan novel "Leila".
"Dea berupaya menggabungkan hiburan dan nilai pedagogis dalam satu kertas. Batas antara fiksi dan nonfiksi di buku ini telah melebur, sehingga buku ini penting untuk dibeli. Isu di dalamnya turut mengajak kita berpikir keras. Sayangnya, ada juga esai Dea yang membosankan, seperti pada novel Leila," tanggapnya.
Andreas juga menambahkan bahwa, mendiamkan tulisan adalah salah satu upaya untuk menemukan kesalahan penulisan dan menentukan alur cerita selanjutnya.
Sebagai seorang penulis, Dea turut memaparkan cara menavigasi sesuatu dalam memilih sebuah topik.
"Dalam memilih topik, kita harus belajar menavigasi apa perlu dan tidak untuk diketahui. Banyak penulis yang tidak memperlakukan kegiatan menulis sebagai upaya intelektual. Padahal dengan skolastik, metode dan teori, kita dapat meminimalisir kehabisan ide," jelasnya.
Lebih lanjut, Dea menyampaikan dalam menulis cerita nonfiksi harus selektif.
"Dalam menulis nonfiksi, sesuatu yang disampaikan harus pada bagian-bagian terbaik. Agar bisa diterapkan dalam penulisan dengan cara yang selektif," tutupnya.
Komentar (0)