Ganto.co - Hari kelima menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Universitas Negeri Padang (UNP) mendatangkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG) Badan Intelijen Negara (BIN), Dr. rer.nat Armi Susandi, MT.
Kedatangan Armi guna memberikan materi tentang sistem informasi kebencanaan dan ketahanan nasional kepada Mahasiswa baru gugus 3 yang bertempat di Gedung Auditorium UNP pada Jum'at (18/8).
Per tanggal 14 Agustus tahun 2023, bencana yang terjadi telah mengakibatkan hampir empat juta orang mengungsi, 195 meninggal dunia, merusak 24.715rumah, 704 fasilitas ibadah, pendidikan dan keagamaan.
Armi mengatakan bencana yang paling besar merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, cuaca ekstrim, kebakaran hutan, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Sumatra Barat (Sumbar) merupakan daerah dengan tingkat resiko bencana alam tertinggi ke-13 di Indonesia.
"Bencana yang paling besar adalah banjir, longsor dan cuaca ekstrim, maupun kebakaran hutan dan bencana hidrometeorologi lainnya," ujarnya.
Ia juga manambahkan total bencana alam di Indonesia mengalami tren kenaikan secara signifikan hampir dua kali liat dan menyentuh angka tertinggi di 2021.
"Sejak tahun 2014 hingga 2022 terjadi kenaikan total bencana hampir dua kali lipat dan sempat menyentuh angka tertinggi di tahun 2021," ungkapnya.
BIN memandang bencana sebagai salah satu bentuk ancaman non-militer maupun penyebab munculnya ancaman lain yang dapat mengganggu empat dimensi ketahanan nasional yaitu, kemanan manusia, kemanan dan ketertiban Masyarakat, keamanan dalam negeri dan pertahanan negara.
Ia juga menjelaskan pemanfaatan informasi bencana alam dalam teknologi bisa membantu kesiapsiagaan dalam menjaga ketahanan nasional.
"Pemanfaatan informasi bencana bisa dalam bentuk inovasi teknologi digital guna mengefektifkan aksi dini kesiapsiagaan dalam menjaga ketahanan nasional terutama berkaitan dengan prediksi dampaknya sebagai suatu kesiapsiagaan dan kewaspadaan nasional," jelasnya.
Terakhir, ia mengatakan sinergitas antar stakeholder dengan konsep pantahelix serta kearifan lokal masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam mendukung implementasi kesiapsiagaan dan kewaspadaan nasional dalam mengantisipasi bencana alam.
"Sinergitas antar stakeholder dengan konsep pantahelix memiliki peran yang sangat besar dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam mendukung implementasi kesiapsiagaan dan kewaspadaan nasional," tutupnya.
Komentar (0)