Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gencar melakukan sosialisasi program Generasi Berencana (Genre) kepada generasi muda. Genre merupakan salah satu program dari BKKBN yang kerap menyosialisasikan akibat dari pernikahan dini dan mengajak generasi muda untuk mempunyai rencana yang matang tentang masa depan. Selasa (9/4) lalu, bertempat di gedung Convention Hall Universitas Andalas, BKKBN menyelenggarakan Pemilihan Duta Mahasiswa Genre 2013 Tingkat Provinsi Sumbar.
Acara ini diikuti lebih dari lima puluh peserta yang berasal dari dua belas perguruan tinggi, diantaranya Sekolah Tinggi Agama Islam Lubuk Sikaping, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta dan lain-lain. Masing-masing perguruan tinggi mengirimkan maksimal tiga pasang calon duta untuk mengikuti pemilihan ini. Peserta yang mengikuti lomba ini disyaratkan berpengetahuan luas, menguasai Bahasa Inggris, dan memiliki kepribadian yang baik.
Menurut Kasubbid Bina Ketahanan Remaja BKKBN Sumatera Barat, Susia Suzanna, SE., MM., acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan program Genre. Pemilihan Duta Mahasiswa diadakan untuk mencari motivator dikalangan mahasiswa dan pelajar. "Duta yang terpilih nantinya akan dibekali dengan pengetahuan lebih dalam tentang Genre dan diajak memberikan penyuluhan ke perguruan tinggi dan sekolah-sekolah," kata Susi, Selasa (9/4).
Jauh hari sebelum mengusung program Genre, BKKBN sudah memulai langkah melalui kerjasama dengan beberapa universitas membentuk Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIKM). Mahasiswa yang menjadi anggota PIKM di kampusnya akan dibekali dengan pelatihan tentang Genre dan pengetahuan tentang perkembangan remaja. Dari pelatihan tersebut akan lahir Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya yang akan membantu rekannya apabila menghadapi masalah pribadi. "Mahasiswa yang aktif di PIKM bisa menjadi tempat curhat bagi teman sebayanya dan berbagi masalah," ujar Susi.
Melalui acara ini, BKKBN menanamkan pesan kepada generasi muda melalui calon duta tentang pemahaman menikah di usia dini. Para peserta berlomba mempresentasikan makalah yang telah dibuatnya dalam bentuk power point. Setiap peserta dituntut untuk paham tentang akibat menikah diusia muda dan haruslah matang dalam mengambil keputusan. "Semua bisa diwujudkan dengan menambah wawasan, berfikir kreatif, dan memperdalam pengetahuan agama," ucap salah seorang peserta saat presentasi.
Komentar (0)