Lokasi parkir di kampus pusat Universitas Negeri Padang (UNP) semakin semrawut. Kendaraan roda dua dan empat dengan seenaknya parkir pada tempat yang tidak ditentukan, seperti di depan lokal kuliah, di depan kantor jurusan dan fakultas, ataupun parkir di badan jalan kampus. Lokasi parkir yang tidak menentu ini semakin dipicu dengan program pembangunan hampir di setiap fakultas, yang notabene semakin menimbulkan ketidakberaturan pengguna jalan di kampus.
Sepanjang jalan di Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ekonomi (FIP dan FE) adalah salah satu bentuk pemanfaatan jalan sebagai lahan parkir. Separuh badan jalan disulap menjadi tempat parkir bagi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Alhasil, semakin berdesak-desakanlah pengguna jalan berlalu lalang di sepanjang jalan yang semakin sempit tersebut. Tidak jarang pula terjadi kecelakaan, walaupun hanya serempet antarsepeda motor ataupun dengan kendaraan roda empat.
Ketidakberaturan ini langsung dirasakan oleh civitas kampus, seperti yang diungkapkan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan, Imam Taftasan. Ia menjelaskan, pejalan kaki semakin terganggu dengan keberadaan parkir sembarangan. Tidak hanya mengganggu, keselamatan pejalan kaki pun terancam karena tidak memiliki trotoar. "Jalannya sudah kecil, ditambah lagi digunakan sebagai tempat parkir," ungkapnya, Selasa (3/5) lalu.
Tidak hanya Imam, Primasastri, mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan TM 2008 juga mengungkapkan hal yang senada. Ia mengatakan ketidakberaturan kendaraan yang parkir di badan jalan mengakibatkan kemacetan dan mengganggu keamanan bagi pejalan kaki. "Apalagi pada pagi hari, selain ramai, di sepanjang jalan penuh dengan kendaraan," jelasnya, Selasa (3/4) lalu.
Tidak hanya mahasiswa, ketidakberaturan ini juga dirasakan Ketua Jurusan Bimbingan Konseling, Dr. Daharnis, M. Pd. Kons. Ia melihat ketidakberaturan ini disebabkan kurangnya ketertiban dalam memakirkan kendaraan bermotor. Lebih lanjut ia menjelaskan, sebenarnya tidak ada aturan yang melegalkan parkir di tepi jalan, namun mengingat lokasi parkir di FIP yang tidak memadai. "Jadi warga kampus sama-sama memakluminya," ungkap Daharnis, Kamis (5/8) lalu.
Agar parkiran lebih tertib, di sepanjang jalan-jalan tersebut dibuatlah garis-garis putih sebagai pembatas area parkir dan jalan. Hal ini diungkapkan Pembantu Dekan II FIP Drs. Taufik, M. Pd., Kons di ruangannya Selasa (3/5) lalu. Selain itu, peningkatan volume baik mahasiswa maupun dosen menggunakan kendaraan cukup tinggi, namun di sisi lain lahan parkir untuk kendaraan terbatas. "Keadaan yang tidak memungkinkan, jadi harus lebih bersabar," solusi yang diberikannya. Ninit*, Salim
Komentar (0)