Ganto.co - Unit Kegiatan Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (UK-WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) adakan diskusi Bedah Buku "Perjuangan yang Dilupakan" dengan tema "Bangkit dan Terus Bangkit Sampai Domba Menjadi Singa, Jaya Mahasiswa" di Aula RSG FT UNP, Rabu (31/5).
Ketua Umum UK-WP2SOSPOL UNP dan sekaligus sebagai ketua pelaksana, Farhan Pramudya memberikan sambutan sekaligus membuka acara diskusi bedah buku kali ini.
"Bedah buku ini merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan oleh UK-WP2SOSPOL UNP, karena sejatinya hal ini membuat kita melihat bahwa ilmu pengetahuan itu tidak akan pernah hilang dan tak pernah luput kalau sudah menjadi catatan atau tulisan. Sejalan dengan itu kita juga melihat bahwa tulisan-tulisan yang ditulis sebagai penggalan kisah sejarah yang terus hidup dan akan dimanipulasi jika kita tidak merawatnya," ucap Farhan.
Bedah buku kali ini, turut dihadiri oleh Ketua Umum Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UNP 2017-2018, Satria Oktavianus, S.Pd sekaligus sebagai pemateri pada kegiatan diskusi bedah buku "Perjuangan yang Dilupakan".
Satria mengatakan, Islam sudah hadir di Nusantara pada abad ke-7 Masehi dan berkembang menjadi kepercayaan di Nusantara, bahkan sebelumnya juga sudah ada kepercayaan Hindu dan Buddha.
"Kita hidup di republik ini didahului oleh keberagaman dan kemajemukan. Dalam Buku "Perjuangan yang Dilupakan" ini terdapat salah satu kelompok masyarakat yang dilupakan, yakni Islam. Buku ini membahas syariat Islam dalam konstitusi," sambungnya.
Lebih lanjut, Satria mengatakan bahwa Buku Perjuangan yang Dilupakan ini merupakan buku sejarah publik. Sejarah publik adalah sejarah yang dialami dan ditafsirkan untuk umum. Baik itu sejarah dalam film, situs, fiksi sejarah, museum, buku populer dan majalah (http://www.nyu.edu/gsas/dept/history/publichistory/main.htm).
Komentar (0)