"Pendonor akan mendonorkan darahnya melalui alat, kemudian alat tersebut memproses darahnya untuk diambil trombositnya. Kemudian darah dikembalikan kepada si pendonor," jelas Dr. Widiawarman, Direktur Unit Donor Darah Sumatra Barat, ketika menyampaikan materi manfaat donor darah dalam seminar donor darah KSR PMI Unit UNP, Sabtu (13/4) dengan tema ‘Kita Tingkatkan Kepedulian Mahasiswa untuk Membantu Sesama’ yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik, UNP.
Ahmad Nurhuda, selaku ketua pelaksana mengatakan ada 204 mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti acara seminar ini. Selain Dr. Widiawarman, sebagai pemateri seminar ini, juga didatangkan seorang pendonor intens dari Sumatra Barat, Haslinda Hasim. Haslinda hasim merupakan pendonor yang mendapat penghargaan swadaya dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkat partisipasinya mendonorkan darah sebanyak 140 kali.
Indra Rahardian, selaku ketua Unit Kegiatan KSR Unit UNP mengatakan, seminar ini bertujuan menambah wawasan mahasiswa mengenai manfaat donor darah. Peserta seminar ini diharapkan dapat berbagi pengetahuan kepada mahasiswa lainnya mengenai manfaat donor darah. Sehingga tidak ada lagi yang belum paham mengenai donor darah. Indra juga mengatakan kurangnya partisipasi mahasiswa UNP dalam aksi donor darah. "Dari keseluruhan mahasiswa UNP, yang mendonorkan darah hanya sekitar 100 orang," jelasnya.
Tak hanya membahas manfaat donor darah, seminar ini juga mensosialisasikan donor darah dengan Apheresis. Donor darah semacam Apheresis dilatarbelakangi oleh permintaan dokter yang menginginkan pendonoran sesuai kebutuhan pasien. "contohnya jika pasien hanya butuh trombosit, maka yang diambil dari pendonor hanya trombositnnya saja." Jelas Dr. Widiawarman. Novi
Komentar (0)