Ganto.co - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM UNP) bersama ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumatra Barat (BEM SB), gelar aksi guna mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Mahyeldi-Audy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, di Depan Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (1/3).
Mengusung tagline "Sumbar Masih Merana dalam Janji (Sumbar Madani)" aksi penyampaian aspirasi tersebut dimulai pada pukul 15.00 WIB untuk menuntut pertanggungjawaban terhadap janji-janji Mahyeldi-Audy semasa kampanye untuk menyejahterakan masyarakat Sumbar.
Dilansir dari rilis kajian BEM SB, mereka menilai belum semua dari 25 program unggulan Mahyeldi-Audy berhasil dilaksanakan dan dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman dan terpencil.
Gavri Ihsan, selaku Presiden BEM KM UNP yang baru terpilih menyampaikan orasinya tentang bagaimana para petinggi negara tidak mendengarkan aspirasi mereka, terutama dalam masalah pertanian dan Pendidikan.
"Kita tetap konsisten mengawal dan kritikan kepada gubernur," ujarnya.
Sementara itu, Presiden BEM KM Universitas Andalas (UNAND), Yodra Musfiard mengungkapkan permasalahan lain yang belum terselesaikan oleh Mahyeldi-Audy, di antaranya Sumbar yang memiliki angka inflasi yang tinggi dan mahalnya harga beras di Sumbar, padahal Sumbar merupakan daerah penghasil beras.
"Tingkat inflasi di Sumbar termasuk tingkat yang tertinggi di Indonesia serta masih banyak guru honorer yang belum terverifikasi dan belum menerima tunjangan. Guru honorer tercekik, upah dibawah UMP. Apalagi guru-guru di daerah. Apakah Mahyeldi Audy diam saja?" tambah Yodra.
Ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar dilarang memasuki Kantor Gubernur karena dihadang oleh pihak kepolisian yang menjaga ketat tempat itu.
Setelah bernegosiasi cukup panjang, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy bersedia menemui dan mempersilahkan massa aksi untuk masuk dan berdiskusi mengenai tuntutan yang dilayangkan di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar pukul 16.30 WIB.
Diskusi terbuka ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Provinsi Sumbar untuk menjawab segala tuntutan mahasiswa terkait evaluasi dua tahun kepemimpinan Mahyeldi-Audy.
Tidak hanya menggelar aksi penyampaian aspirasi, saat masuk waktu salat Asar, mahasiswa bersama pihak kepolisian mengadakan salat berjamaah di Depan Kantor Gubernur Sumbar.
Komentar (0)