Selang waktu dua bulan terakhir, Agustus-September, gedung pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) yang tengah direnovasi, dua kali dibobol maling. Kejadian pertama pada Selasa-Rabu (10-11/8) dini hari, kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta. Uang tunai diraup maling dari ruangan Direktur Pascasarjana UNP. Sedangkan pada kejadian kedua, Minggu (19/9) dini hari, maling menggondol uang senilai Rp1 juta dari Ruang Kepala Tata Usaha serta beberapa buah infocus.
Pencurian ini terjadi diperkirakan karena pemasangan engsel pintu kaca yang belum fix (selesai). Pegawai Tata Usaha Program Pascasarjana, Didi Diandi, mengaku kalau pagi itu, Kamis (12/8), ia mendapati salah satu pintu kaca gedung pascasarjana seperti telah dibuka seseorang. "Sepertinya maling memasuki tiga ruangan, yaitu ruang Tata Usaha, ruang Asisten Direktur 1, dan ruang Direktur Pascasarjana UNP," tuturnya, Kamis (24/8).
Satuan Pengamanan (satpam), Syamsul Bahri, yang biasanya bertugas di area parkiran pascasarjana dan rektorat UNP menuturkan bahwa memang tidak ada satpam yang bertugas khusus untuk gedung pascasarjana. Biasanya ronda malam dibebankan pada satpam Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan satpam rektorat. "Pada malam kejadian, satpam masih melakukan ronda dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan," ujarnya, Selasa (24/8).
Kasus kemalingan pertama belum tuntas diketahui siapa pelakunya, namun pada kasus kemalingan kedua, Prof. Dr. Gusril, M. Pd., menerangkan bahwa peristiwa terjadi pukul 01.47 dini hari. Gambar pelaku sempat terekam oleh kamera CCTV gedung pascasarjana. "Pelakunya diduga dari orang dalam UNP," ujar Gusril di ruangannya, Selasa (21/9).
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Satpam UNP, Jhony Iswan. Ia menyebutkan bahwa pelaku adalah salah satu anggota satpam UNP, dengan inisial OB. Pada malam kejadian OB sedang melakukan dinas malam. Lebih lanjut ia menegaskan, pelaku sudah dikeluarkan dari kesatuan pengamanan UNP, "Persoalan selanjutnya diserahkan kepada pihak yang berwajib," ungkapnya, Senin (4/10).
Ditemui di tempat terpisah, Kabid Reskrim Polsek Padang Utara, Iptu Purwanto menjelaskan pada Ganto, bahwa proses ini masih berada dalam tahap penyelidikan. "Masih diselidiki lebih lanjut," katanya, Kamis (23/9).
Sejak kejadian ini, keamanan di sekitar gedung pascasarjana semakin ditingkatkan. Mulai Senin (4/10), Jhony telah memposisikan enam satpam untuk pengamanan gedung pascasarjana. Sedangkan keamanan gedung-gedung lain yang sedang dalam tahap pembangunan, tetap dijaga dengan semaksimal mungkin. "Keamanan kampus UNP adalah tanggung jawab utama security atau satpam," tutupnya. *Nova, Rara
Komentar (0)