1. Daya atau potensi kebinatangan yang ada di dalam diri manusia. Daya ini cenderung ke makan, tidur, dan berkembang biak. Jika ini yang menonjol, maka kebahagiaannya tidak lebih dari itu.
2. Daya atau potensi binatang buas. Kecenderungannya adalah memangsa, menindas, merusak, dan menzolimi.
3. Daya nafsu/setan yang ada dalam diri manusia. Kecenderungannya adalah menjerumuskan orang, menyesatkan orang, dan memperdayakan.
4. Daya malaikat yang ada di dalam diri manusia. Ini disebut kekuatan rohani, tidak memiliki nafsu, kerjanya hanya beribadah kepada Allah, menaati apa yang Allah perintahkan.
Empat hal tersebut yang diramu oleh Imam Al Ghazali, yang perlu diolah sehingga kebahagiaan kita tidak tersesat.
Maka, Imam Al Ghazali juga membagi menjadi dua kimia kebahagiaan.
1. Kimia bagi orang-orang awam, yang zat-zat menurut orang awam yang menjadi sumber kebahagiaan. Sesuatu yang bersifat materi, sesuatu yang bersifat fisik, bersifat duniawi.
2. Kimia yang bersifat rohani atau ketenangan jiwa/batin."
Komentar (0)