Ganto.co - Perwakilan mahasiswa dari berbagai Universitas yang bergabung kedalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatra Barat (BEM SB) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (25/11)
Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan aspirasi yang ditujukan kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah seraya memperingati hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November 2022 hari ini.
Dalam aksinya itu, Mahasiswa menggelar orasi serta melayangkan 3 tuntutan untuk ditindak lanjuti oleh pemerintah terkait guru honorer.
Irwandi selaku koordinator dan juga Presiden BEM UNP dalam orasinya mengatakan bahwa pemerintah hingga saat ini belum memprioritaskan kesejahteraan guru.
"Kita lihat hari ini kawan kawan bagaimana kondisi negara kita, kondisi pemerintah kita sampai saat ini tidak ada memprioritaskan kesejahteraan guru. Mereka mendapatkan intimidasi mereka diancam dipecat bahwasanya keadaan guru kita tidak baik baik saja," ujarnya.
Adapun 3 tuntutan tersebut antara lain sebagai berikut. Pertama, menuntut dan mendesak pemerintah provinsi Sumbar memperjelas regulasi PPPK profesi guru dan menyelesaikan semua permasalahan rekrutmen PPPK profesi guru di Sumbar setuntas-tuntasnya. Kedua, menuntut dan mendesak pemerintahan provinsi Sumatra Barat dalam pemerataan infrastruktur dan peningkatan sumbar daya guru di Sumatra Barat. Ketiga, menuntut dan mendesak pemerintah Sumatra Barat memberikan perlindungan hukum yang kuat untuk guru honorer di Sumatra Barat.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Drs. Barlius, M.M., mewakili Mahyeldi mengatakan turut mendukung tuntutan dari mahasiswa, serta berjanji akan menindaklanjuti dan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Gubernur Sumbar yang saat itu sedang dinas ke Jakarta.
Komentar (0)