Maraknya aksi pencurian dan pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) akhir-akhir ini di Kota Padang, menyebabkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Nagari cabang Universitas Negeri Padang (UNP) semakin berbenah untuk meningkatkan standar keamanannya. Tujuannya tidak lain untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Pemberian rasa aman bagi nasabah yang hendak berurusan dengan bank nagari sangat diutamakan.
Pengamanan yang dilakukan Bank Nagari mencakup semua layanan, seperti pemasangan kamera CCTV (Closed Circuit Television) pada setiap mesin ATM, setiap ruangan, bahkan kamera pengintai juga dipasang pada luar ruangan guna memantau gerak-gerik orang yang dirasa mencurigakan. Meski begitu, masih ada nasabah khususnya mahasiswa, yang merasa takut bertransaksi di Bank Nagari. Walaupun pengamanannya sudah ditingkatkan. Mahasiswa program studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan TM 2008, Ega Cintya, mengaku semakin takut bertransaksi di ATM. "Akhir-akhir ini saya semakin takut menggunakan ATM, apalagi di malam hari," ujarnya, Selasa (5/10).
Pernyataan berbeda justru disampaikan Lidia Defega Sulfan, mahasiswa Pendidikan Matematika TM 2007. Menurutnya sistem keamanan Bank Nagari sekarang sudah cukup baik, namun yang menjadi kendala ATM sering kosong dan mesinnya acap kali terganggu. "Kondisi ini tentu menyulitkan nasabah," terangnya, Rabu (6/10).
Ditemui di ruang kerjanya, Pimpinan Bank Nagari cabang UNP, Nurhayani, menjelaskan pelayanan dan pengamanan Bank Nagari akan terus ditingkatkan. Untuk keamanan Bank Nagari sudah cukup baik, mulai dari standar pengamanan seperti penambahan petugas keamanan, serta mengasuransikan setiap ATM dan uang di dalamnya. "Apalagi jika dalam keadaan ramai, pengaman bank tak segan-segan memeriksa nasabah yang gerak-geriknya mencurigakan," jelas Nurhayani, Rabu (9/10).
Lebih lanjut ia menjelaskan untuk segi sistem layanan, Bank Nagari memang masih sering terkendala kerusakan jaringan sesama Bank Nagari maupun dengan bank lain. Terkadang memerlukan waktu dua hingga tiga hari untuk menyelesikan kendala tersebut. Hal ini dikarenakan Bank Nagari memiliki 20 kantor cabang dan lebih dari 50 cabang pembantu, "Sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikan setiap permasalahan," tutupnya. Yudhi*, Dila*
Komentar (0)