Ganto.co - Kelompok tiga dari peserta Youth Peace Camp (YPC) Padang Proudly Present mengadakan Webinar Sharing dan Discussion dengan tema "Menyuarakan Toleransi Menuju Kedamaian," melalui platform Zoom Meeting, Rabu (16/11).
Dalam pembukannya, M.Afdal Afrianto selaku ketua pelaksana menyebutkan kegiatan yang diadakan oleh kelompok tiga YPC bentuk dan komitmen dari kelompoknya dalam menyebarkan nilai perdamaian yang telah ia dapatkan dari pelatihan YPC bulan Oktober lalu.
"Kami mengadakan kegiatan ini, untuk menyebarkan nilai perdamaian di kota Padang pada khusunya," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya alasan untuk memilih mahasiswa sebagai peserta sebagai bentuk kampanye dalam menjaga toleransi dan perdamaian di perguruan tinggi.
"Tujuan peserta kami memang mahasiswa, karena disana memiliki latar belakang agama suku dan daerah," sebutnya.
"Semoga sharing kita sore hari ini dapat menjaga perdamaian dimanapun kita berada," sambungnya.
Diakhir kata sambutanya, Afdal berterimakasih kepada SKK Ganto UNP, Pelita Padang dalam membantu mendukung kegiatan yang diadakan kelompoknya.
Dalam Sharing kali ini, kelompok tiga YPC Padang menjelaskan tentang dua belas nilai perdamaian. Dua belas nilai perdamaian itu mereka kemas dari enam poin agama islam, dan enam agama kristen.
Rahmatullah Sitisyah salah seorang pemantik dari Sharing dari perwakilan agama Islam menjelaskan enam nilai perdamaian dalam agama Islam. Nilai perdamaian itu mulai:
1. Aku bangga Jadi Diri Sendiri.
2. Berbeda kebudayaan tapi tetap berteman.
3. Nilai laki laki dan perempuan sama sama manusia.
4. Kelompok / Gank.
5. Konflik membuat kamu dewasa.
6. Kesalahan adalah kunci dari penyelesaian masalah.
Selain Rahmatullah, Magdalena Florensia perwakilan agama Kristen juga menyampaikan tentang enam nilai perdamaian dalam agama kristen. Nilai perdamain itu juga mulai:
7. No curiga no prasangka.
8.Perbedaan tentang agama.
9.Perbedaan status ekonomi.
10. Indahnya perbedaan tentang keagamaan .
11.Menolak kekerasan.
12.Memberi maaf.
Diakhir acara, peserta dan pemantik sharing mengadakan diskhusi bersama. Diskhusi itu mulai dari berbagi pengalamanan dari diskriminasi dan pemahaman tentang toleransi.
Komentar (0)