Ganto.co - Dalam hitungan beberapa jam lagi event Olahraga Mahasiswa Tingkat Nasional akan digelar di Sumatra barat. Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (UNAND), dan Politeknik Akademi Teknologi Industri (ATI) Padang dipercaya sebagai tuan rumah dalam acara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVII.
Seluruh mahasiswa se-Indonesia akan memperebutkan medali dan juara umum diberbagai cabang olahraga (Cabor). Sebanyak 14 cabor akan dilaksanakan pada ajang perlombaan ini.
Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh tuan rumah, agar terciptanya pertandingan yang tetap seru, kompetitif, serta menjunjung tinggi sportivitas. Seperti meningkatkan standar venue yang akan digunakan, mendatangkan wasit yang minimal berstandar nasional, bekerja sama dengan Indonesia Anti Doping Organization (IADO).
Dalam jumpa pers kamis (16/11), Sekretaris POMNas Sumbar, Dr. Asep Sujana Wahyuri, M.Pd. mengatakan IADO memiliki dua bidang dalam mencegah penggunaan zat terlarang ini, yaitu Edukasi dan pengetesan (testing).
Pada bidang edukasi, IADO akan memberikan materi pengenalan tentang bahaya doping, risiko doping kepada atlet. Serta di bidang testing, IADO akan mendeteksi, apakah seorang atlet menggunakan cara curang dengan menggunakan zat berbahaya dalam meningkatkan kualitas pertandinganya.
Dalam pemaparannya, Asep menyebutkan kedua bidang yang ditangani oleh IADO ini akan menggunakan booth dalam upaya mengedukasi atlet terkait dengan doping dan sistematika testing nantinya akan dilakukan setelah pertandingan.
"Kalau testingnya, pada saat dia (atlet) final, kemudian bertanding, finish, langsung kita dibawa oleh tim itu (anti doping), ke ruangan anti doping. nanti ditanya, apakah mau tes dopingnya sekarang atau nunggu beberapa saat," ujarnya.
Ia juga menyampaikan penggunaan tes doping membutuhkan biaya yang tidak murah, dan dilakukan pada cabor yang terukur.
"Jadi kita utamakan di cabang terukur, karena di cabang olahraga yang terukur itu yang kemungkinan pemecahan rekor. Karena memang tes doping itu ternayata mahal. Sampelnya itu dikirim ke Thailand, kemudian ada juga pilihan ke India, atau ke Kanada. Biasanya ke Thailand yang terdekat," tambahnya.
Selain itu, Sekretaris POMNas Sumbar tersebut mengatakan bahwa lembaga ini dalam kerjaannya tidak bisa diintervensi.
"Lembaga Anti Doping itu memang betul-betul SOP yang tidak bisa kita Intervensi. Desain ruangannya, siapa yang diruangan itu, jadi memang betuk-betul Rigid SOP-nya," tutupnya.
Komentar (0)