Ganto.co - Mahasiswa Sumatra Barat yang mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Padjadjaran Menampikan Tari Indang, Sabtu (29/10).
Pengenalan Keberagaman Kebudayaan Mahasiswa PMM UNPAD diselenggarakan di Auditorium Gedung Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD. Penampilan kebudaayan ini diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari Aceh hingga Papua.
Untuk penampilan dari Sumatera Barat, mahasiswa menampilkan tari Indang dan beberapa lagu daerah dari Sumatra Barat. Penampilan dari Provinsi Sumatra Barat diakhiri dengan lagu Ratok Pasaman.
Sultan Naufal Fairiza, Ketua Provinsi Sumatra Barat menyampaikan alasan dari pemilihan tari Indang karena tari Indang belum banyak dikenal.
"Tari Indang dipilih karena keindahan gerakan serta filosofinya yang dikandungnya dan tarian ini belum banyak yang mengenal dan melihatnya secara langsung," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sultan menyampaikan bahwa latihan untuk penampilan tari Indang hanya lima hari dan belajar secara otodidak.
"Teman-teman PMM dari Sumbar berlatih sendiri dengan dibantu video Youtube lalu gerakkan disusun sendiri. Kami diuntungkan karena teman-teman memiliki basic menari sehingga dalam waktu 5 hari hasilnya sudah memuaskan dan Saya merasa bangga karena melalui penampilan ini kami dapat memperkenalkan budaya Sumatera Barat kepada seluruh mahasiswa dari seluruh penjuru negeri," jelasnya.
Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi UNPAD, Mohammad Fahmi, PhD., menyampaikan bahwa kegiatan pengenalan kebudayaan ini merupakan salah satu dari inti PMM.
Fahmi menjelaskan terdapat dua hal yang dapat diperoleh mahasiswa melalui program ini. Pertama mahasiswa dapat mengikuti program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan untuk belajar di luar kampusnya.
Hal kedua, mahasiswa dapat belajar mengenai keanekaragaman budaya di Indonesia serta membangun toleransi dan gotong royong.
"Kegiatan PMM bukan melulu akademik tetapi menunjukkan bagaimana membangun Indonesia seutuhnya," tuturnya.
Selain penampilan kesenian dari berbagai daerah, dalam acara ini juga terdapat stand makanan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di stand Sumatra Barat sendiri ada Katupek Lamak, Soto Padang, Karak Kaliang, Sanjai, Sala Lauk, Es Tebak dan beberapa makanan khas Sumatera Barat lainnya.
Dalam festival budaya ini juga terdapat penyampaian materi oleh Direktur Operasional Bio Farma, M. Farhan Roestan.
Komentar (0)