Ganto.co - Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) Indonesia bekerja sama dengan prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND) mengadakan Temu Ilmiah Nasional Ke-XI 2022.
Kegiatan ini diadakan di Aula M. Syaaf Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (UNAND) Padang, Sabtu (22/10).
Dra. Hj. Gemala Ranti, M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) selaku pemateri dalam kegiatan ini dengan tema "Dinamika Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Masyarakat dan Kontribusi Psikologi".
Kepala Dinas (Kadis) DP3AP2KB menyampaikan banyak hal terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Barat pada tahun 2019-2022.
"Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan meningkat dari 8.864 pada tahun 2019 menjadi 8.686 di tahun 2020 dan 10.247 tahun 2022".
"Kebanyakan kasus tercatat adalah kasus kekerasan seksual terdapat 8.145 kasus, kekerasan fisik 6.576 kasus dan psikis 6.295 kasus," Jelas Kadis.
Selanjutnya, Gemala memaparkan bahwa kekerasan terhadap anak juga meningkat.
"Pada kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat setiap tahunnya tercatat pada tahun 2019-2022. Ada 11.057 kasus pada tahun 2019, 11.278 kasus tahun 2020, dan tahun 2021 menjadi 14.517".
Gemala juga menyampaikan beberapa strategi perlindungan terhadap perempuan dan anak. Salah satu nya yaitu strategi mitigasi atau pencegahan dalam bentuk intervensi dini.
Ia menyampaikan terdapat dua upaya yang dapat kita lakukan, yang pertama upaya identifikasi dan intervensi dini.
"Kelompok rentan dengan fokus pada kondisi atau faktor-faktor risiko yang menjadi kerentanan terhadap perempuan dan anak". Upaya kedua yaitu upaya penguatan. "Faktor perlindungan pada perempuan, anak, kualitas keluarga dan lingkungan pengasuhan, serta lingkungan terdekat anak, termasuk sekolah dan masyarakat,"Jelasnya.
Komentar (0)