Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kuliah umum dengan tema "Arah dan Pengembangan Pendidikan Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045" yang menghadirkan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristekdikti RI, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., sebagai pembicara di Auditorium UNP, Senin (17/10).
Kuliah umum ini dibuka oleh Rektor UNP yang diwakili oleh Wakil Rektor (WR) II UNP, Ir. Syahril, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Syahril menjelaskan bahwa UNP memiliki 9 fakultas dimana 7 di antaranya memiliki program vokasi.
"Semua yang hadir di sini merupakan mahasiswa vokasi yang jumlahnya kurang lebih 1500 orang. Pendidikan vokasi dengan merdeka belajar ini saling bersangkutan karena implementasi merdeka belajar itu ada di sekolah vokasi," jelasnya.
Sebagai pembicara tunggal materi kuliah umum ini, Kiki menjelaskan materi tentang "Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Peningkatan Kualitas, Daya Saing, dan Kemandirian Bangsa".
"Pak Syahril bilang MBKM itu vokasi banget. Iya karena pembelajaran dari pelaku industri kemudian ada tenant industry. Bagaimana kita mengajak industri untuk mendidik mahasiswa. Presiden sangat memperhatikan pendidikan vokasi karena pendidikan vokasi itu menentukan kita ke depan," jelasnya.
Kiki menambahkan, di Indonesia struktur tenaga kerja hanya 12,4 persen lulusan perguruan tinggi. Kiki juga menerangkan tiga poin penting dari pendidikan vokasi, yaitu pendidikan untuk hand, pendidikan untuk head, dan pendidikan untuk heart.
"Pendidikan vokasi itu harus bisa menggunakan tangannya to work, to give, dan to care. Pendidikan vokasi juga harus mengisi benak mahasiswanya untuk berpikir secara logis, kritis, dan kreatif. Lalu berikutnya, perkaya nurani mahasiswa dengan menguatkan kemanusiaannya dan yang paling penting kerendahan hatinya," ujarnya.
Terakhir, Kiki menjelaskan pentingnya Indeks Kinerja Utama (IKU) sebagai petunjuk arah perguruan tinggi vokasi.
"IKU itu hanya mengatakan bahwa transformasi hanya dilakukan pada dua hal, yaitu pada manusia dan cara kerjanya. Mudah-mudahan IKU dapat dipahami sebagai petunjuk arah sebagai mercusuar yang menentukan arah ke depan," tutupnya.
Komentar (0)