Ganto.co - Dalam Rangka Kunjungan Badan Pengembangan Instintut (BPI) ke Universitas Negeri Padang (UNP), Ketua Pusat Kajian Kebencanaan UNP, Rusnadi Rahmat Putra ST., MT., menjelaskan materi mengenai Perencanaan Sistem Mitigasi Bencana di UNP di Ruang Sidang Senat, Kamis (6/10).
Rusnadi Rahmat Putra ST., MT., mengatakan gempa yang terjadi pada tahun 2009 lalu banyak gedung-gedung tinggi yang roboh. Hal itu disebabkan perioda lama ayunan gempa itu lebih besar daripada bangunan itu sendiri. Tentu hal demikian memberikan efek juga kepada bangunan yang ada di UNP karena rata-rata bangunan di UNP ini lebih dari dua tingkat.
"Jadi ini menjadi salah satu dasar untuk kenapa perlunya sistem mitigasi tersebut, baik dalam evakuasi maupun perencanaan," jelasnya.
Selanjutnya, Ketua Pusat Kajian Kebencanaan UNP menyampaikan bahwasanya saat ini ia sedang mengembangkan alat untuk mendeteksi gempa yang lebih cepat dari BMKG . Ia melakukan penelitian atau survei dari tahun 2008 - 2001 menggunakan alat tersebut.
Lebih Lanjut, Rusnadi Rahmat Putra ST., MT., memaparkan Perencanaan Sistem Mitigasi di UNP yang terdapat enam poin, diantaranya:
1. Memasukan ke dalam mata kuliah di tingkat universitas; Manajemen Bencana.
2. Mengatur SOP untuk bencana yang dominan, yakni Gempa dan Tsunami.
3. Peta jalur evakuasi dan pemasangan jalur-kalur evakuasi di semua gedung.
4. Menentukan bangunan sebagai vertical evakuasi (shelter).
5. Pengecekan bangunan yang memiliki resiko roboh jika gempa yang diprediksik terjadi.
6. Pembuatan alat monitoring gempa.
Komentar (0)