Ganto.co - Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Workshop Jurnalistik dengan tema "Penulisan Feature dan PengenalanCitizen Jurnalism" yang dilaksanakan secara luring di Gedung Auditorium Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP lantai 4, Kamis (15/9).
Ketua pelaksana, Dewi Anggraini, M.Pd., berharap peserta workshop dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga materi yang diberikan narasumber yang sudah berpengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Dra. Yenni Hayati, S.S., M.Hum., mengatakan nilai IP tinggi saja tidak cukup dimiliki oleh mahasiswa sehingga mahasiswa perlu memiliki kompetensi.
"Jurnalisme saat ini berkembang sangat pesat. TV sekarang tidak hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga perusahaan-perusahaan kecil sehingga diperlukan jurnalis dan content writer," ujarnya.
Mewakili Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Wakil Dekan 1 Dr. Havid Ardi, S.Pd., M.Hum. mengungkapkan bahwa menulis merupakan salah satu solusi bagi mahasiswa yang kesulitan biaya kuliah dimana mahasiswa bisa mendapatkan uang saku ketika karya tulis mahasiswa itu diterbitkan media-media cetak.
Narasumber pertama, Revdi Iwan Syahputra, Pimpinan Redaksi Padang Express mengatakan bahwa feature sama halnya dengan menulis karya tulis lainnya. Namun, feature berbeda dengan menulis berita langsung (hard news) di surat kabar.
"Features cenderung dipaparkan sebagai pengungkapan daya kreativitas dengan tambahan subjektivitas dari penulis, " ucapnya.
Sejalan dengan itu, Hendra menjelaskan bahwa jurnalis harus mengedepankan fakta-fakta yang ada di lapangan.
"Bila kita melihat kasus Bjorka, sebagai jurnalis, kita harus melihat kasus dari berbagai sisi atas fakta-fakta yang berada di lapangan," jelasnya.
Novita Aulia, salah satu peserta workshop saat diwawancarai oleh Ganto mengatakan workshop ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang baru mengenal dunia jurnalistik sedangkan bagi mahasiswa yang sudah mengetahui jurnalistik, materi ini bisa menambah pengetahuan mengenai cara jurnalis mengambil data-data di lapangan yang nantinya akan ditulis menjadi sebuah feature.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 1 Dr. Havid Ardi, S.Pd., M.Hum. dengan didatangi lebih dari 200 orang peserta dari target sebelumnya yang hanya 150 peserta.
Komentar (0)