Narasumber kedua, Asmar Yulastri memaparkan tentang ISS UNP. Ia mengatakan, ISS berguna untuk mensupport seluruh kegiatan MBKM di seluruh prodi yang ada di UNP.
"UPT PKK diberikan hibah yang nilainya itu 1,8 M sekian. UPT PKK akan membangun sistem layanan terpadu dan terintergrasi dengan sistem yang ada di perguruan tinggi-dengan SIA (Sistem Informasi dan Akademik) UNP," ujarnya.
Asmar mengatakan, ada tiga bentuk kegiatan belajar MBKM yang disetujui dan didanai, yaitu Program Kewirausahaan, Studi Proyek Independen, dan Magang Industri." ia juga menjelaskan dua bentuk untuk mendapatkan nilai dari hasil kegiatan MBKM selama 6 bulan, yaitu dalam Bentuk Free Form dan Bentuk Terstruktur.
Bentuk Free Form berarti Kegiatan MBKM yang dilakukan mahasiswa disetarakan dengan 20 SKS tanpa penyetaraan dengan mata kuliah. Jumlah tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh mahasiswa, baik dalam hard skill maupun soft skill sesuai dengan capaian pembelajaran yang direncanakan.
Sementara itu, bentuk Terstruktur berarti Kegiatan MBKM distrukturkan sesuai dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa yang dinyatakan dalam bentuk kesetaraan dengan mata kuliah yang ditawarkan. Hal ini biasanya didapatkan oleh mahasiswa yang mengikuti Program Magang Industri. Asmar menutup paparannya dengan menjelaskan tinjauan pelaksanaan MBKM UNP selama ini di antaranya masih rendahnya minat mahasiswa mengikuti program MBKM, kesulitan mendapatkan informasi mengenai kegiatan MBKM, dan belum adanya kepastian konversi 20 SKS.
Komentar (0)