Setahun sudah pascagempa 30 September melanda dan setahun pula para mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah tak pernah mengunjungi perpustakaan jurusan mereka. Padahal kebutuhan referensi akan buku-buku dan karya ilmiah bagi mahasiswa jurusan ini tak bisa dihindari. Awalnya perpustakaan jurusan ini terletak di lantai lima gedung Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (FBS UNP). Namun, pascagempa gedung FBS tak layak digunakan, perpustakaan jurusan ini pun tak tahu pindahnya kemana.
Hal ini tentu menimbulkan kendala bagi mahasiswa yang sangat membutuhkan referensi bahan bacaan. Meskipun bahan bacaan lainnya bisa ditemukan di perpustakaan pusat UNP. Rozanna Esmarika mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2006, mengaku sangat kesulitan mencari referensi untuk bahan skripsi. "Meskipun bahan tersedia di perpustakaan pusat, tapi itu tidak memadai," akunya, Rabu (4/8). Satu-satunya solusi, akhirnya Rozanna meminjam dan membeli buku-buku penunjang lainnya untuk skripsi.
Hal senada juga diungkapkan Gusnita Roza Putri, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Kosentrasi Budaya Alam Minangkabau TM 2008. Ia menjelaskan jika mencari referensi untuk tugas akhir semester lebih sering ke internet, semua itu dilakukan karena begitu susahnya mencari bahan di perpustakaan pusat. "Dulu sewaktu perpusatakaan jurusan masih dipakai referensi untuk tugas akhir bisa dicari di sana," tuturnya Selasa, (3/8). Selain itu. tidak adanya perpustakaan jurusan juga bisa membuat mahasiswa menjadi lebih bodoh, "Bagaimanapun perpustakaan adalah gudang ilmu", tambahnya via telepon.
Menurut Sri Ana Ningsih, A.Md, selaku pengurus perpustakaan jurusan ini, untuk saat sekarang perpustakaan Jurusan Bahasa belum bisa dibuka lantaran terkendala tempat. "Dari jurusan sendiri belum ada solusi," ujarnya, Rabu (4/8).
Saat dikonfirmasi pada Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Dra Emidar, M.Pd, ia menjelaskan untuk saat ini, perpustakaan jurusan memang belum bisa digunakan lantaran tempat yang tidak memadai. "Ruangan untuk tempat kuliah saja tidak mencukupi," tuturnya, Kamis (5/8) lalu. Kemungkinan semester sekarang perpustakaan akan dipindahkan ke ruang baca yang sekarang dipakai untuk tempat perkuliahan. "Jika menunggu perbaikan gedung FBS itu sungguh tidak memungkinkan", tambahnya. Ninit*, Rahma
Komentar (0)