Ganto.co - University Teknologi Malaysia (UTM) menggelar seminar nasional dengan tema "Peranan Mahasiswa dalam Memerangi Anti Korupsi" melalui platform Zoom Meeting, Selasa (16/8).
Prof. Dr. Jamin Ginting, SH., MH., M.kn., selaku Dosen fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan Jakarta mengatakan, di Indonesia korupsi politik menjadi penyakit serius. Semakin kesini korupsi semakin politis, artinya korupsi semakin legal karena mengambil alih politik atau kebijakan negara. Mulai dari lembaga pemerintahan, kepolisian dan kampus, jadi yang paling menakutkan dari korupsi itu sendiri ialah karakter bukan teknologi.
"Peran mahasiswa dan pemuda sangat penting makanya saya mengatakan mahasiswa itu agent of change, perubahan untuk menyuarakan kepentingan rakyat harus kritis terhadap kebijakan kebijakan koruptif menjadi pengawas bagi penegakkan hukum," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, generasi muda harus berani melawan perilaku korupsi apalagi di era serba digital seperti sekarang, generasi muda seharusnya bisa memanfaatkan teknologi untuk mengurangi segala bentuk tindakan korupsi yang terjadi baik di luar kampus atau di dalam kampus. Generasi muda harus sangat aktif dalam memerangi praktik korupsi karena merekalah yang paling terdampak pada korupsi.
"Sebagai kontrol sosial, mahasiswa dapat melakukan peran preventif terhadap korupsi dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Jamin mengatakan mahasiswa dapat melakukan peran edukatif dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat baik pada saat melakukan kuliah kerja lapangan atau kesempatan yang lain mengenai masalah korupsi dan mendorong masyarakat berani melaporkan adanya korupsi yang ditemuinya pada pihak yang berwenang.
Selain itu, mahasiswa juga dapat melakukan strategi investigatif dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam upaya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi serta melakukan tekanan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Tekanan tersebut bisa berupa demonstrasi ataupun pembentukan opini publik.
"Dengan kekuatan yang dimilikinya berupa semangat dalam menyuarakan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran serta keberanian dalam menentang segala bentuk ketidakadilan, mahasiswa menempati posisi yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," tutupnya.
Komentar (0)