Sebanyak 90 orang mahasiswa Pendidikan Matematika S1 FMIPA mengikuti kuliah umum yang membahas tema tentang pembelajaran matematika dengan cara pemodelan matematika. Kuliah umum ini mendatangkan dosen dari Queensland University of Technology Australia, Dr. David Nutchey dilantai 2 ruang perkuliahan C09-C12 FMIPA, jumat (8/2).
Pendamping David yang juga seorang dosen Matematika, Prof. Dr. A. Fauzan, M. Pd, M. Sc., mengatakan bahwa kedatangan David adalah dalam rangka untuk mengetahui pendidikan matematika realistik di Indonesia serta menjajaki kerjasama ke UNP, "Kesempatan ini kami manfaatkan untuk menimba ilmu," paparnya, Jumat (8/2). Ia berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan agar bisa melanjutan studi ke tempat narasumber berasal. Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa kuliah umum ini juga akan diadakan di pasca sarjana.
Salah satu dosen matematika, Dr. Armiati, M.Pd mengatakan dengan eksperimen yang dilakukan David dan di praktekkan secara langsung oleh mahasiswa akan bermanfaat dalam melatih mahasiswa berpikir dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan," Ketika turun kelapangan mahasiswa tidak canggung," jelasnya, Jumat (8/2).
Antusias mahasiswa dalam perkuliahan dapat terlihat dari bagaimana mereka menyelesaikan semua instruksi pemateri. "Hope that they will be motivated from the material that I’ve given," kata David saat diwawancarai disela-sela waktunya, Jumat (8/2). Lebih lanjut, David juga mengatakan perkuliahan ini agar tidak hanya terpaku pada latihan-latihan saja, tetapi juga pada rencana kerja.
Tak hanya pemateri, salah seorang peserta juga ikut bersuara. Gusmarta mahasiswa Pendidikan Matematika TM 2009, mengatakan kuliah umum ini sangat membantu dalam menjelaskan teori-teori yang sedang dipelajarinya,"Terlebih ini menyangkut dengan penelitian saya sekarang," ungkapnya, jumat (8/2).
Lain halnya dengan Asmawati,S.PdI. Mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Matematika ini mengatakan kurang mengerti dengan materi yang disampaikan oleh David karena materi yang diberikan dalam bentuk bahasa inggris, "Alangkah lebih baiknya ada translator," harapnya, jumat (8/2). Meding, Nia
Komentar (0)