Ganto.co - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) menyampaikan materi mengenai nilai budaya, etika, tata krama, dan norma kehidupan kampus dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Gugus 1 di Aula FMIPA, Senin (15/8).
Materi pertama tentang pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, dan norma kehidupan kampus disampaikan oleh Prof. Dr. Yerizon, M.Si., selaku Staf Pengajar Departemen Matematika FMIPA UNP.
Ia mengatakan, nilai budaya, etika, tata krama dan norma kehidupan itu diperlukan entah itu di kehidupan kampus atau di rumah dan dimana saja berada.
Alasan lain mengapa diperlukan penerapan nilai budaya, etika, tata krama dan norma kehidupan ini adalah terdapat pada surat Al-Isra 17:7 yang bunyinya jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu juga untuk dirimu. Ia mengatakan, jika ayat ini sudah diyakini bagi yang beragama Islam, tidak perlu lagi ada aturan yang dibuat tata krama di sini, etika begini, karena di masyarakat dan di keluarga sudah menerapkan ini.
"Misalnya kalau kita berkendaraan ada orang menyebrang, lalu kita berhenti sebentar. Nanti suatu saat kita akan seperti itu juga, waktu kita tidak bisa lewat, ada aja orang berhenti," ujarnya.
Dalam aturan beretika di kampus, Yerizon menjelaskan beberapa, di antaranya adalah tentang etika dalam menyampaikan pendapat, etika dalam pergaulan, etika dalam berkomunikasi, etika dalam berpenampilan, etika keilmuan, etika dalam kelas, etika bertamu ke rumah teman/dosen, tata krama berjalan, tata krama berbicara, tata krama penggunaan fasilitas umum, tata krama berlalu lintas, dan banyak lainnya.
Lebih lanjut, Yerizon mengatakan dari semua bentuk etika yang ada, untuk lingkungan kampus yang paling krusial yaitu komunikasi dengan dosen baik komunikasi di perkuliahan maupun di bimbingan. Ia menambahkan, saat berkomunikasi dengan dosen atau tenaga kependidikan hendaklah dilakukan dengan sopan santun. Apalagi sekarang komunikasi dilakukan lewat aplikasi WhatsApp (WA), susah untuk membedakan kalimat bercanda atau serius.
"Kalau mau me-WA dosen, mau kita konsultasi, jangan kita yang mematok, sebaiknya bertanya, misalnya apakah Bapak bisa konsultasi hari ini," ujarnya.
Yerizon menambahkan, jika ingin menemui dosen harus melihat situasi, seperti jangan langsung masuk ruangan dosen atau ikut nimbrung ketika dosen sedang berbicara dengan yang lain.
"Kiat sukses yaitu belajar dengan tekun, patuh pada guru atau dosen, dan berbakti kepada kedua orang tua," tutupnya.
Komentar (0)