Ganto.co - Departemen Kerohanian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kajian rutin dengan tema "Muslim Bukan Sebatas Indentitas" melalui platfrom Zoom Meeting, Minggu (7/8).
Malik Aziz selaku pemateri dalam kajian ini mengatakan, Ghazwul Fikri merupakan penyerangan terhadap umat Islam, bukan menggunakan senjata melainkan pemikiran.
"Ghazwul Fikri merupakan penyerangan dengan berbagai cara terhadap umat Islam guna mengeluarkan mereka dari agamanya atau minimal menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai ajaran ilahiah, untuk itu kita perlu mempelajari apa saja yang termasuk Ghazwul Fikri dan bagaimana cara menyikapinya," tuturnya.
Malik menambahkan dengan mempelajari Ghazwul Fikri, dapat mengenal siapa saja musuh dari umat Islam itu sendiri kemudian mengetahui apa saja yang dapat menyerang dan merusak Islam.
"Kita harus memahami Ghazwul Fikri karena banyaknya orang tidak mengetahui kalau Islam sudah di perangi dalam bentuk pemikiran bukan dalam bentuk kontak fisik,"ujarnya.
Sejalan dengan itu, Malik mengatakan sangat penting mempelajari Ghazwul Fikri karena dengan memahaminya dapat mengenal sarana yang dapat memukul Islam, mengenal keadaan alam Islam, menghindari keraguan dalam Islam dan menjadikan dakwah kepada Allah dengan melihat ayat-ayatnya.
"Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjalankan ibadah tepat waktu bahkan aktivitas di dunia lebih penting dari pada melaksanakan kewajiban beribadah, inilah yang di maksud bahwa umat Islam sudah di perangi melalui pemikiran," ujarnya.
Malik menambahkan pentingnya memperkuat iman karena pada saat ini banyak aliran-aliran yang mengatasnamakan bagian dari Islam sehingga ketika membaca atau mendengar tentang aliran tersebut, apabila iman masih belum kuat dan goyah maka akan terpengaruh dan akhirnya berpindah agama. Untuk itu harus lebih hati-hati dalam memilah informasi dan mampu memposisikan diri agar dapat menjauhkan diri dari kemaksiatan.
"Jagalah pikiran ia berpengaruh terhadap perbuatan, jagalah perbuatan karena ia akan membentuk kebiasaan, bentuklah kebiasaan karena ia akan membentuk karakter dan bentuklah karakter karena ia akan menentukan nasib," tutupnya.
Komentar (0)