Ganto.co - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Diskursus Rekontruksi Nalar Kritis (DISRENATIS) bertajuk "353 Tahun Kota Padang: Refleksi Promblematika Kota hingga Fenomena Politik Kosongnya Kursi Wakil Walikota" yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, Minggu (7/8).
Afriva Khaidir, SH., M.Hum., MAPA.,Ph.D., Dosen Ilmu Administrasi Negara UNP selaku pemateri dalam diskusi ini, memaparkan ada beberapa persoalan yang ada di kota Padang menurut Syahrial Kani Ketua DPRD kota Padang.
Pertama, program wajib belajar perlu dipacu lagi dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang terbilang masih cukup minim, seperti lokal belajar untuk tingkat SD dan SLTP.
Kedua, selain di bidang pendidikan, persoalan juga ada di bidang kesehatan seperti status lahan. Dari 24 puskesmas yang ada di kota Padang, lima puluh persen status lahannya belum bersertifikat.
Ketiga, banyaknya keluarga yang masih rapuh, seperti banyaknya kasus perceraian, belum lagi masalah LGBT, narkoba, dan kenakalan remaja.
Selain itu, Afriva memaparkan tentang kosongnya kursi wakil walikota. Ia mengatakan ada beberapa tugas wakil, antara lain membantu, memberikan saran, melaksanakan tugas apabila walikota berhalangan.
"Jika kita melihat tugasnya, perlu tidak wakil kepala daerah? Jika terjadi sesuatu dengan kepala daerah maka akan ada kekosongan jika tidak ada wakil," ujarnya.
Komentar (0)