Ganto.co - Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Equilibrium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan talkshow sekaligus perayaan launching Majalah Equilibrium Edisi XXIV dengan tema "Indonesia Bangkit: Rentetan Asa di Masa Transisi" secara daring melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (6/8).
Talkshow kali ini mengundang Rangga D. Fadillah selaku Vice President of Public Policy and Government Relations at PT GoTo Tbk dan Grace L. Alexis, Knowledge Management Specialist di Asian Development Bank yang merupakan lulusan Hubungan Internasional UGM dengan moderator Jesita W. Anjani, seorang konsultan di The Blavatnik School of Management, Universitas Oxford.
Kevin Christiawan selaku Pemimpin Redaksi Equilibrium periode 2022 menjelaskan setelah vakum selama setahun tidak merilis majalah, Equilibrium kembali menerbitkan majalah. Ia mengatakan, isu dalam majalah ini diambil dari hasil pemikiran seluruh masyarakat EQ dimana dalam menghadapi krisis, pandemi, tantangan global ada banyak kacamata yang bisa diambil untuk melibat arah ke depan, ke belakang, arah manapun, tetapi tetap memilih melihat ke arah optimisme.
"Hal ini tidak melulu mengenai apa yang bisa disalahkan, tetapi yang bisa dimanfaatkan dari tantangan dan peluang yang hadir di era pandemi ini," ujar Kevin.
Rangga D. Fadillah selaku pemateri memaparkan tentang peran UMKM dan Startup sebagai penompang utama dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia dimana sektor UMKM menyumbang 61 % PDB di Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja sehingga penting untuk memberdayakan UMKM.
"Adanya pandemi membuat kita sadar ekonomi Indonesia lemah dengan adanya restriksi dari pemerintah seperti toko tutup dan pembatasan mobilisasi orang sehingga hal ini memiliki dampak yang luar biasa. Akar masalah ini terjadi karena pelaku UMKM tidak punya skill yang
Lebih lanjut Rangga menjelaskan peran pemerintah dalam pemulihan ekonomi setelah masa pandemi dengan melakukan kolaborasi dengan perusahaan penyedia platform digital bagi UMKM. Selain itu, pemerintah juga melakukan spending dan investment untuk meningkatkan kapasitas UMKM.
"Pemerintah dibutuhkan dalam pengadaan infrastruktur dan logistik berupa barang dan jasa untuk mengurasi cost productions," tutupnya.
Komentar (0)