ganto.web.id- Rabu pagi (16/1), peserta Pelatihan Jurnalistik "Menulis untuk Kesederajatan" tengah berkumpul di ruang makan Lentera Timur. Sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta yang berjumlah enam orang melakukan sarapan terlebih dahulu. Setelah sarapan, peserta menuju teras Kedai Lentera untuk mengikuti pelatihan. Di sana telah duduk TM. Dhani Iqbal (Pemimpin Redaksi), Ken Miryam Vivekenanda Fadlil dan Fajar Riadi (Staf Redaksi).
Cuaca mendung dan gerimis mewarnai pembukaan pelatihan. Seluruh peserta dan pemateri duduk membundar di meja seukuran setengah lapangan pimpong. Dengan santai namun tetap serius, seluruh peserta fokus mendengarkan latar belakang terselenggaranya pelatihan tersebut.
Pelatihan ini dinamakan residensi, yang bertujuan untuk menajamkan perspektif multikulturalisme peserta yang berasal dari 5 kawasan. Lima kawasan tersebut meliputi Gorontalo, Tarakan, Sumbawa Barat, Medan dan Padang. "Kegiatan ini merupakan tahap lanjut dari pelatihan jurnalistik berbasis multikulturalisme", jelas Ken Miryam.
Pelatihan yang berlokasi di Kedai Lentera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan tersebut akan berlangsung selama lima hari (16-20/1). Pada hari pertama peserta diberi pemaparan tentang perspektif multikulturalisme oleh Dhani Iqbal dan teknik penulisannya oleh Wenri Wanhar.
Salah satu peserta dari Gorontalo, Rivon Paino berharap setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat membuat suatu media yang benar-benar bisa mencerdaskan masyarakatnya. Menurutnya, saat ini kebanyakan media hanya memberitakan kepentingan profit saja, ketimbang kepentingan pembaca. "Jangan sampai menjadi media yang berpihak kepada golongan tertentu", ujarnya. Duni
Komentar (0)