Ganto.co - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Universitas Negeri Riau (Unri) mengadakan Kenal Sastrawi VI Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Nasional (PKJTLN), Selasa (19/7).
Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 19-24 Juli dengan menghadirkan Alfian Hamzah wartawan Indopress dan peneliti senior Human Rights Watch Andreas Harsono.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan hari pertama perkenalkan sesama peserta, materi sejarah dan perbedaan new literaty dan narative, materi deskriptif dan dilanjutkan dengan pergi ke ruangan hijau terbuka untuk menulis tulisan deskriptif.
Hari kedua, koreksi tugas deskripsi, materi teori dan struktural narasi dan pembagian kelompok malam kebudayaan.
Hari ketiga, materi penulisan feature, mengenal dan membedah liputan pantau, kunjungan rumah tuan Kadi, dan tugas materi feature. Hari ke empat, koreksi tugas feature, persiapan malam kebudayaan, malam kebudayaan dan kumpul foPresma Riau.
Alfian memaparkan bahwa literary Journalism merupakan suatu yang tidak pasaran.
"Jurnalisme sastra adalah sesuatu yang menyajikan informasi di media secara tidak pasaran," paparnya.
Lanjutnya, ia menyampaikan bahwa literary journalism tidak seperti straight news.
"Dalam literary journalism tidak hanya sekedar 5W+1H seperti straight news, namun perlu kerja serius seperti membuat film. Selain itu juga menggali karakter sebagai sudut pandang orang ketiga," jelasnya.
Tutupnya ia menyampaikan bahwa membangun kepercayaan dengan narasumber merupakan hal yang sulit.
"Dalam literary journalism, membangun kepercayaan dengan narasumber merupakan hal yang sulit. Namun, ketika dia sudah percaya dengan kita maka akan mudah untuk mendapatkan informasi," tutupnya
Komentar (0)