Ganto.co - Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil membuat aplikasi bernama Languafrasa. Aplikasi ini dikembangkan oleh Bima Mhd Galuh, mahasiswa semester 6 dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dibantu temannya, Ella Wulandari, dengan penanggung jawab Dr. Yenni Hayati, M.Hum.
Aplikasi ini ditujukan untuk menghindari tingkat plagiarisme dalam penulisan karya tulis ilmiah, terutama dikalangan mahasiswa. Aplikasi Languafrasa merupakan aplikasi yang berfungsi untuk melakukan parafrasa dan pengecekan ejaan bahasa Indonesia.
Bima mengatakan, hal yang melatarbelakangi tercetusnya ide pembuatan aplikasi ini adalah karena banyaknya keluhan dari teman-temannya sesama mahasiswa.
"Banyaknya teman-teman mahasiswa yang mengeluh karena masih banyak dosen yang memeriksa tingkat plagiarisme pada tugas-tugas mereka," ujar Bima saat dihubungi Ganto.co melalui panggilan WhatsApp, Selasa (12/7).
Menurutnya, salah satu cara menurunkan tingkat plagiarisme adalah dengan melakukan parafrasa kalimat. Parafrasa merupakan tindakan merubah suatu kalimat menjadi kalimat yang agak sedikit berbeda, tetapi tujuan atau maknanya hampir sama . Contoh penggunaan dari aplikasi Languafrasa yaitu memparafrasakan kutipan dari para ahli. Kalimat tersebut bisa diparafrasakan, sehingga dapat berubah bentuknya, dan saat dilakukan pengecekan plagiarismenya menggunakan Turnitin, dapat menjadi nol persen.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika memasukkan kalimat dari kutipan yang sama berkali-kali, hasil dari parafrasanya akan berbeda setiap melakukan pengulangan tersebut.
"Aplikasi ini menggunakan AI (Artificial Inteligent) atau kecerdasan buatan. Setiap menginput atau memasukkan data ke aplikasinya, akan mengeluarkan hasil atau output yang berbeda juga, semakin banyak aplikasi melakukan input data, ia semakin banyak belajar," ujarnya.
Selain itu, Bima mengungkapkan aplikasi Languafrasa memiliki kelebihan dari pada kebanyakan aplikasi parafrasa yang ada di internet. Ia mengatakan, kebanyakan aplikasi tersebut berasal dari turunan bahasa Inggris, sehingga bahasa atau kalimat yang dihasilkan agak rancu ketika dibaca. Selain itu, aplikasi ini gratis digunakan, tanpa adanya batasan, dan tanpa iklan tentunya.
"Saya mencoba memasukkan syntax yang sesuai dengan morfologi, sesuai bidang keilmuan juga. Jadi saya tahu mana kalimat yang rancu, mana yang tidak, sehingga hal ini dapat diimplementasikan ke mesin," paparnya
Komentar (0)