Ganto.co - Aksi demo mahasiswa senin (11/4) lalu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) berakhir ricuh.
Aksi yang semula damai ini pecah ketika sebelumnya perwakilan dari mahasiswa meminta agar seluruh mahasiswa dapat memasuki gedung DPRD. Permintaan tersebut tidak bisa diterima oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi dan Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir. Ketua DPRD dan Kapolresta Padang hanya dapat menerima beberapa perwakilan saja dari mahasiswa, dikarenakan alasan keamanan.
Setelah pertemuan singkat antara perwakilan mahasiswa dengan Ketua DPRD dan Kapolresta, massa mendesak masuk ke dalam gedung DPRD serta membakar ban di depan gedung wakil rakyat tersebut.
Setelah itu, lemparan batu dan botol minuman mineral datang dari arah massa tidak dapat dihindari. Segera polisi membentuk barikade serta menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa.
Lemparan batu dari mahasiswa mengenai fasilitas yang ada di gedung DPRD, tepatnya pintu kaca pojok layanan Klinik Pratama PMI Sumbar.
Klinik yang menghadap langsung ke arah aksi demonstran tersebut membuat beberapa titik pintu kaca tersebut retak dan pecah akibat lemparan batu yang datang dari arah massa. Untuk titik pintu kaca yang pecah diantaranya bagian depan klinik PMI Sumbar, serta kaca belakang dari ruangan apotek klinik tersebut.
Pantauan ganto, kejadian tersebut membuat beberapa petugas klinik panik dan berlari menyelamatkan diri kebagian belakang dan khawatir akan fasilitas yang rusak tersebut.
Komentar (0)