Ganto.co - Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Negeri Padang (UNP), Kabinet Sakadharma Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) 1.2, Imam Wahyudi Afrizon hari ini mendapatkan serangan dari Buzzer di Instagram.
Serangan tidak mengenakan itu, muncul dari akun Buzzer dengan nama @penunggangaksi_.
Pantauan Ganto.co dari akun tersebut tampak foto Imam ditampilkan dalam feed dan story Instagram tersebut dengan bunyi narasi, "Imam Wahyudi Presma UNP 2021 dalang dibalik demo 11 April Sumbar," selanjutnya juga tertulis narasi "Waspada pada provokator yang membawa kepentingan pribadi berkedok demokrasi".
Lebih lanjut, dalam postingan itu juga menandai 6 sosial media lainya. Mulai dari akun Instagram Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D, Imam Wahyudi, Humas Polda Sumbar, BEM KM UNP, BEM KM Universitas Andalas (UNAND) dan Aliansi BEM SB.
Tujuh jam pasca munculnya postingan ini, juga mendapatkan komentar dari beberapa warganet. Seperti komentar dari mantan Presma UNP 2020, Ravi Kurnia yang berbunyi "Mantap Mam, tunggangi terus Mam. Sampai buzzer muncul kayak giko," bunyi komentarnya.
Menanggapi serangan buzzer ini, Imam menilai tuduhan yang disampaikan akun tersebut bersifat fitnah yang tidak mendasar.
"Tidak ada lagi kerjaan rezim sekarang, semua dilakukan untuk mengamankan nafsunya yang belaka. Banyak cara yang digunakannya, seperti menurunkan buzzer," ujarnya saat dihubungi Ganto.co, Senin (11/4).
"Ini jelas, ada yang ketar-ketir melihat mahasiswa bersatu 11 April ini. Jadi 11 April menjadi harapan masyarakat yang melihat mahasiswa masih berdiri kokoh dikakinya," sambungnya.
Selain itu, Imam juga menyebut serangan yang ia dapatkan baru bersifat serangan buzzer di Instagram. Mengenai sosial medianya, ia menyebut saat ini masih aman.
"Sejauh ini masi aman, belum sampai peretasan akun saya," ungkapnya.
Mengenai aksi hari ini, Imam berharap akan terjadinya pemersatu gerakan seluruh Indonesia. Selain itu, ia juga berharap aksi hari ini berjalan dengan semestinya.
"Untuk di Sumbar harapannya aksi bisa berjalan sebagaimana, mestinya ada dialog dengan pimpinan DPRD untuk menyalurkan aspirasi ke DPR RI," tutupnya.
Komentar (0)