Ganto.co - Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2S0SPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan diskusi publik dengan tajuk "Hutan Mentawai dalam Cengkraman Koorporasi". Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UNP, Senin (21/3).
Diskusi ini menghadirkan dua pemateri yaitu Tommy Adam selaku Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Padang dan Diki Rafiqi selaku Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.
Fauzana Elvira Ketua Divisi Riset Politik mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk melanjutkan nafas panjang perjuangan, konsistensi pergerakan dan edukasi terhadap masyarakat yang harus di lakukan dan di pertahankan.
"Dalam hal ini kami melakukan edukasi kepada masyarakat umum dan mahasiswa UNP tentang ironi dan ilusi yang saat ini terjadi pada hutan dan masyarakat Mentawai. Saat ini mereka membutuhkan kita yang digadang-gadang sebagai agent of change social control dan iron stock," paparnya.
la menambahkan, keadaan hutan mentawai saat ini sangat memprihatinkan karena hampir sebagian besar dikuasai koorporasi yang semakin miris.
"Masyarakat Mentawai tidak mendapat dampak positif dari alih fungsi hutan ini, melainkan mendapat bala dengan bencana alam yang silih berganti dan konflik horizontal pada mayarakat," tuturnya.
Sejalan dengan itu, Nadia Eka Putri Kepala Bidang Kajian Strategis berharap agar diskusi publik ini dapat meningkatkan kesadaran kita terutama mahasiswa, bahwa sekarang masyarakat Mentawai sangat membutuhkan bantuan kita.
"Mereka sangat menanti suara kita. Mereka di sana sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu diperlukan sebuah pergerakan dari mahasiswa," tutupnya.
Komentar (0)