Mahasiswa harus paham akan peran dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa di satu pihak dan sebagai warga masyarakat di pihak lain. Seorang aktivis sebaiknya juga dilengkapi dengan pengetahuan umum. "Mahasiswa harus paham dengan hakikat gerakan mahasiswa itu sendiri dengan sejarahnya, konsisten, dan selalu kerja keras," jelas Prof. Mestika Zed, dalam Seminar Nasional Kebangkitan Gerakan Mahasiswa dan Rapat Koordinasi (Rakor) BEM Se-Sumbagut (Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh) di Aula Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS), Jumat (8/10) lalu.
Selain itu, menurut Mestika, aksi demonstrasi yang sering dilakukan oleh aktivis mahasiswa dipandang tak baik oleh masyarakat dan dianggap telah mengalami penurunan. Padahal Indonesia bisa merdeka tak lepas dari peran mahasiswa itu sendiri. "Gerakan mahasiswa tetaplah menjadi gerakan intelektual dan memegang prinsip nasionalisme," ungkapnya, selaku pemateri dalam acara tersebut. Sebagai pemateri juga hadir Vino Oktaria, S.H, dan Husni Kamil Manik.
Acara dengan tema ‘Menuju Implementasi Konsep Gerakan Mahasiswa Ideal’ ini diadakan oleh BEM UNP bertujuan untuk menciptakan gerakan mahasiswa yang ideal dan menghapus pandangan buruk masyarakat tentang mahasiswa. Hal ini diungkapkan Yudi Hermansyah, selaku ketua pelaksana acara. "Pada Rakor ini akan mempertimbangkan kembali aksi demonstrasi yang sering dilakukan mahasiswa," terangnya.
Sebanyak 50 peserta dan 25 delegasi dari berbagai universitas mengikuti acara ini. Kasiani dari Politeknik Negeri Lheukseuomawe, mengungkapkan sejarah menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menciptakan gerakan mahasiswa lebih maju. "Saya mendapatkan ilmu lebih, seperti apa gerakan mahasiswa itu sebenarnya," jelas Kasiani. Aai*, Ima
Komentar (0)